Camat pun Angkat Tangan

by -3.9K views

METROPOLITAN – Camat Nagrak Kurnia Lismana mengaku tak bisa berbuat banyak terkait permintaan warga atas perbaikan jalan di Kampung Depokjagal, Desa Cisarua, Keca­matan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, hingga kini pihaknya belum mengetahui kapan ruas jalan kabupaten tersebut akan dibangun. ”Saya sendiri secara pasti belum mengetahui­nya, apakah janji tersebut masuk salah satu jalan yang diusulkan untuk dibangun pada tahun ini,” katanya.

Menurutnya, kerusakan jalan di wilayah Kampung Depok­jagal terjadi sepanjang 300 meter. Untuk itu, ia berharap dinas terkait dapat merealisa­sikan harapan masyarakatnya. Apalagi jalur utama Cisarua-Ciganas itu juga mengalami kerusakan hingga 75 peren.

Informasi yang dihimpun, tahun ini ada dua perbaikan dan peningkatan jalan di ruas Jalan Utama Cisarua-Sinagar, dengan anggaran Rp450 juta dan Rp950 juta dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Suka­bumi. Tetapi perbaikan untuk ruas jalan yang menuju RPH tidak dianggarkan.

Meski demikian, aparatur wilayah, khususnya camat, diperbolehkan mengajukan permintaan agar jalan tersebut dipindahkan dalam anggaran jalan desa jika sampai saat ini belum diperbaiki. ”Boleh saja, tetapi nantinya harus menja­lani kajian dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kesabaran warga Kampung Depokjagal, RT 01/03, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tam­paknya sudah tak terbendung lagi. Mereka memaksakan diri memperbaiki jalan ling­kungan di sekitarnya secara swadaya. Itu dilakukan lan­taran warga kesal diberi ha­rapan palsu atau PHP oleh pemerintah selama sepuluh tahun.

Pemerintah sebelumnya per­nah menjanjikan dan menga­ku memprioritaskan perbaikan jalan menuju Rumah Pemo­tongan Hewan (RPH) milik Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi tersebut. Tetapi dari sepuluh tahun lalu hingga kini faktanya tidak terealisasi.

“Ini jalan sudah hampir se­puluh tahun tidak diperbaiki. Padahal mereka berjanji akan memprioritaskan pembangu­nan jalan. Kalau RPH mulai dibangun. Tapi faktanya tidak ada,” kata Ketua RT 01 Sofian kepada Metropolitan.

Menurutnya, perbaikan jalan itu tidak bisa dilakukan warga secara menyeluruh. Sebab, warga juga terbelit anggaran. Diharapkan dengan pembangu­nan secara swadaya ini bisa mengetuk hati pemerintah melalui dinas terkait.

“Karena dengan swadaya yang dilakukan masyarakat saat ini hanya mampu memperbaiki sebagian kecil dari jalan yang rusak itu. Kami harap dengan ini (perbaikan secara swadaya, red) mereka merespons,” ucap­nya. (dna/ade/rez/run)