Dewan Sentil Rp15 M Duit Rumah Tuhan

by -36 views

METROPOLITAN – Proses lanjutan proyek revitalisasi Masjid Agung, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, terus menjadi sorotan. Kini prosesnya tengah melewati audit konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Peruma­han Rakyat sebelum melanjutkan pekerjaan.

Dengan kata lain, alokasi dana yang sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun ini bisa jadi menambah Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2019. Mengingat sisa waktu yang kurang dari enam bulan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail, menyesalkan potensi kembali mengkraknya masjid yang sudah ada sejak 1970-an itu, meskipun sudah dianggarkan kelanjutan proyek pada 2019. Perenca­naan yang kurang matang, ditengarai jadi penyebab kelanjutan proyek mesti ditunda.

“Ini kami sesalkan. Soal pe­rencanaan nggak matang, bisa juga ketidakpercayaan pada hasil yang (tahun) lalu. Kan sebelum dilanjut 2018 sempat diaudit, lalu perbaikan dan lanjut,” katanya saat di­konfirmasi Metropolitan, kemarin.

Politisi Gerindra itu menam­bahkan, potensi nganggurnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tahun ini menjadi catatan dan eva­luasi bagi wakil rakyat. Apa­lagi yang bersentuhan langs­ung dengan kepentingan masyarakat dan umat. Namun, pihaknya belum bisa ber­buat banyak karena harus menunggu hasil audit pemerin­tah pusat. Sebelum memang­gil pihak terkait, saat ini me­reka yang terlibat pada proy­ek tahun lalu.

”Nggak terserapnya itu jadi catatan. Kan (pekerjaan) mul­tiyears mah harus audit dulu. Nah ini seperti nggak diper­siapkan. Ini rumah Tuhan, jangan ditunda-tunda. Peren­canaan ini jadi catatan kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komite Ke­selamatan Bangunan Gedung pada KemenPUPR tengah menggarap audit konstruk­si Masjid Agung. Pemkot keukeuh melakukan audit konstruksi sebelum mela­njutkan pembangunan. Me­skipun harus merelakan dana yang dialokasikan tidak terserap sesuai perencanaan awal tahun.

“Pak wali meminta pendapat kami sebelum (pembangunan dilanjutkan, red), dari hasil peninjauan hari ini nanti ada kajian yang di ujungnya ada rekomendasi, layak atau tidak untuk dilanjutkan, ada peru­bahan atau tidak,” kata ang­gota Komite Keselamatan Bangunan dan Gedung pada KemenPUPR, Jimmy Siswanto.

Untuk melakukan kajian audit konstruksi Masjid Agung ini bakal menelan waktu mi­nimal satu bulan. Cukup lama karena harus mengkaji dan identifikasi dokumen peren­canaan dan pelaksanaan, termasuk perhitungan gambar rencana detail, sembari me­minta pemkot melihat keda­laman kualitas konstruksi.(ryn/c/yok/py)