Dibajak Pengacara, Prabowo Kasasi ke MA

by -435 views

METROPOLITAN – Pasangan calon presiden Pra­bowo Subianto-Sandiaga Uno dikabarkan kem­bali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi perkara pelanggaran adminis­trasi Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Namun, Partai Gerindra menyatakan bahwa pengajuan kembali tersebut tanpa sepengetahuan Partai Gerindra. ”Gugatan itu juga dila­kukan tanpa sepengetahuan dari tim direktorat hukum dan advokasi. Jadi itu menggunakan kuasa hukum lama,” ujar politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, Rabu (10/7).

Saat ditanya apa langkah se­lanjutnya yang akan dilakukan Partai Gerindra, Andre menga­ku belum mengetahuinya. Namun ia memastikan peting­gi Partai Gerinda dengan Pra­bowo Subianto bakal mengge­lar konferensi pers untuk men­jawab itu. Andre berharap po­lemik ini segera menemukan titik terang. ”Karena langkah ini (gugatan kembali, red) tanpa koordinasi dengan kami juga tim hukum,” kata Andre.

Andre menduga gugatan ka­sasi yang diajukan mengguna­kan surat kuasa yang lama. Kemudian dengan bermodalkan surat kuasa lama itu, kuasa hu­kum Prabowo-Sandiaga yang lama kembali mengajukan ka­sasi yang sebelumnya pernah ditolak MA. Andre juga men­duga dalam pengajuan kem­bali itu terdapat perbaikan. ”Karena sebelumnya pernah diajukan ke MA tapi ditolak karena dianggap ada syarat-syarat yang kurang,” tutur Andre.

Sementara itu, kuasa hukum Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menilai para kuasa hukum Prabowo Subijanto dan Sandiaga Uno telah salah melangkah dalam menangani perkara ini. Ketika MA menyatakan Niet Ontvanlijk (N.O) karena pemohonnya tidak punya legal standing, maka tim hukum seharusnya mengajukan kembali perkara ke Bawaslu.

”Maka permohonan ulang atas perkara ini seharusnya diajukan kembali ke Bawaslu sebagai ’pengadilan’ tingkat pertama. Jika perkara ditolak Bawaslu, barulah mereka aju­kan kasasi ke MA,” kata Yusril.

Lagi pula, menurut Yusril, Prabowo dan Sandiaga Uno bukanlah pihak yang memohon perkara ke Bawaslu dan sebe­lumnya mengajukan kasasi ke MA. Pemohon perkara sebe­lumnya adalah Ketua BPN Djoko Santoso. “Sangat aneh kalau tiba-tiba pemohonnya diganti dengan Prabowo dan Sandiaga Uno, tetapi langsung mengajukan kasasi. Sementara keduanya sebelumnya tidak pernah berperkara,” kritik Yus­ril. (in/mam/run)

7