Dicekal Warga, Dinar Candy Gagal Manggung

by -17 views

METROPOLITAN – Dinar Candy dikenal punya penampilan yang berani. Apalagi, pekerjaannya se­bagai DJ membuat Dinar kerap tam­pil seksi. Belum lama ini, Dinar mengumumkan kalau dirinya batal tampil di sebuah acara di Kota Jombang. Ia menyampaikan kabar tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

”Halo candyboys and candygirls Jombang, sehubungan dengan adanya berita ini kemungkinan Dinar tidak akan jadi datang tapi masih diurus sama pihak EO untuk perizinan ke­polisian,” tulisnya.

Bukan cuma soal pembatalan ke­hadirannya, Dinar juga menyampai­kan bila dirinya disebut akan jadi sasaran demo. Kabarnya, demo itu akan terjadi jika ia tetap tampil dalam acara yang digelar Organisasi Kese­hatan Peduli Remaja (OKPR) itu. ”Semoga semuanya baik-baik saja, saya baca di Forum Jombang juga pakai segala ada yang demo, emang salah saya apa?” ujarnya.

Sebelumnya, Dinar memang dijad­walkan untuk menghadiri acara launching OKPR yang akan digelar di Lapangan SMAN 3 Jombang, Ming­gu (14/7). Namun nampaknya gelaran tersebut belum mengantongi izin.

Sementara itu, Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, tidak akan men­ghadiri launching Organisasi Kese­hatan Peduli Remaja (OKPR) yang menghadirkan bintang tamu DJ Dinar Candy. Selain mempertimbang­kan norma kesopanan di Kota San­tri, ketidakhadiran Mundjidah ka­rena acara tersebut tidak diketahui dinas terkait. ”Kemungkinan besar Ibu (Mundjidah) tidak hadir,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jombang, Sholahuddin.

Sholahuddin menjelaskan, rencana kehadiran DJ Dinar Candy menghibur para remaja tak sesuai norma sopan santun yang dipegang warga Jombang. DJ kelahiran Bandung itu memang kerap berpenampilan seksi.

Selain itu, bupati Jombang memu­tuskan tidak akan menghadiri undan­gan OKPR lantaran kegiatan tersebut tidak diketahui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Jombang. ”Karena kemarin kami masuk ke Dinas Pen­didikan dan Dinas Kese­hatan tidak tahu. Ibu kan hanya diundang. Ibu sendiri kalau tidak ada omongan dinas ter­kait siapa kan ora weruh (tidak tahu),” terangnya.

Ia berharap panitia launching OKPR yang mengundang DJ Dinar Candy memper­timbangkan kritik dari masyarakat. ”Di kami semuanya nor­matif karena kita ne­gara hukum. Di sisi lain ada sisi sopan santun, adat istiadat dan budaya. Kami minta panitia bagai­mana baiknya. Kalau panitia legawa jauh lebih baik daripada kita nutuk (memukul) dan sebagainya. Kami guna­kan seperti itu kalau di­perlukan,” tandasnya. (dtk/kpl/mam/py)