Djaduk Ferianto Diganjar Anugerah Pustaka Nusantara 2019

by -17 views

METROPOLITAN – Budayawan Djaduk Ferianto menerima penghargaan Anugerah Pustaka Nusantara 2019 oleh Perpustakaan Nasional pada Rabu (17/7). Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi orang-orang yang telah melestarikan budaya Indonesia lewat musik.

Djaduk Ferianto menjelaskan jika awalnya ia diminta oleh sahabatnya Bens Leo untuk men­gumpulkan dokumentasi karya musiknya untuk disimpan di Perpustakaan Nasional. Menyambut permintaan ini, adik Butet Kartaredjasa mengiya­kan mengingat jika saat ditaruh di Perpustakaan Nasional akan banyak orang yang bisa melihat mempelajari musik tradisional khususnya.

“Jadi dokumentasi itu dikumpulkan dari tahun 2004-2019, awalnya belum tahu itu akan berujung pada pemberian anugerah dari Perpustakaan Nasional. Tapi saat dihubungi lagi untuk mene­rima penghargaan, saya berterima kasih,” kata Djaduk Ferianto, Kamis (18/7).

Bagi Djaduk Ferianto yang sudah berkecimpung di dunia seni Tanah Air sejak 1978 itu bukan hanya bahagia dan bangga menerima penghar­gaan tersebut. Tapi ia merasa banyak hal yang harus dipelajari meski sudah 45 tahun menggeluti sebagai seorang seniman.

“Dibilang bangga pasti, tapi kok kesannya kalau begitu saya merasa jumawa. Karena itu saya ingin terus belajar bahwa apa lagi yang harus digali untuk terus melestarikan budaya ini agar tetap ada,” jelas Djaduk.

Untuk itu khususnya di bidang musik tradisional, pria yang pernah terlibat dalam film Petualangan Sherina itu terus mengadakan pentas seni di berbagai daerah Indonesia. Lebih dari itu, Djaduk bersama rekan-rekannya seperti Addie MS, Purwacaraka juga Ayu Laksmi terlibat dalam proyek untuk memperkenalkan kebudayaan kepada siswa SMA terpilih.

“Sebanyak 15 siswa SMA itu kami perkenalkan musik, tarian daerah gunanya untuk tahu betapa beragamnya budaya yang dimiliki Indonesia. Bersyukur jika mereka bisa mengapresiasi, tapi jika tidak, seenggaknya kami sudah melakukan sesuatu untuk anak bangsa,” kata Djaduk. (okz/ mam/py)