Emil ogah Urus Meikarta

by -415 views
TANGGAPAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menanggapi kasus hukum Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa dalam kasus suap Meikarta.

METROPOLITAN – Setelah Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK) menetapkan status ter­sangka kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rupanya mengambil sikap dengan cepat. Emil kini telah mendapatkan pengganti Iwa. Bahkan, ia mengaku telah bertemu Iwa tak lama setelah KPK menetapkan status tersangka.

Dalam pertemuan itu, Emil meng­ingatkan Iwa agar taat aturan dan menjalani seluruh proses hukum berjalan. ”Saya hanya menekankan tadi malam, tolong taati aturan hukum terkait proses ini,” kata Emil di Gedung Sate, Jalan Dipone­goro, Selasa (30/7). ­

”Kalau pada proses ini sta­tusnya masih belum ada pe­rubahan, masih ada hak-hak kepegawaian yang melekat, kita harus juga adil. Hak ke­wajiban berlaku, jabatan dan statusnya jelas seperti apa,” lanjutnya.

Emil juga mendengarkan penjelasan langsung dari Iwa soal masalah tersebut. Usai berbincang, lanjut Emil, Iwa mengajukan cuti besar selama tiga bulan agar bisa berkon­sentrasi terhadap perkara hukum yang sedang dihada­pinya. Semua langkah yang Iwa lakukan pun telah dikon­sultasikan dengan Kemente­rian Dalam Negeri. ”Saya bertemu tadi malam untuk mendengar langsung agar bisa mendapat informasi dari semua pihak,” ujarnya.

”Intinya beliau memahami per hari ini status posisi seba­gai sekda akan diatur sede­mikian rupa agar pembangu­nan Jabar bisa berjalan, se­hingga Pak Iwa bisa berkon­sentrasi penuh terhadap permasalahan hukum terhadap dirinya,” tambah Emil.

Sambil menunggu ketetapan hukum, Emil menunjuk Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Daud Ahmad sebagai pelaksana harian (plh, red). ”Arahan Kemendagri per hari ini adalah satu, tolong kegiatan pelaksanaan admi­nistrasi pembangunan tidak terkendala. Dilakukan pergan­tian melalui status plh, nanti setelah definitif sesuai aturan­nya kita lihat proses berikutnya,” ucapnya.

Jika pengadilan menetapkan Iwa bersalah, Emil mengaku akan merancang seleksi ter­buka secara transparan. ”Ka­lau momennya harus ada pergantian, pasti kita lakukan seperti seleksi untuk Eselon II. Dibikin terbuka, transparan dan mengikuti aturan sesuai hukum,” tambahnya.

Selain itu, Emil pun berko­mitmen tak ingin mengurusi proyek Meikarta selama proses hukum tengah berjalan. Hal itu ia lakukan sesuai arahan KPK. ”Nggak ada masalah. Sebagai warga yang taat hukum kan kita mengikuti arahan. Salah satunya saya tidak bisa membicarakan Meikarta ka­rena komitmen arahannya tidak membahas sebelum 100 persen terkait peradilan Mei­karta selesai,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK resmi me­netapkan Sekda Jabar Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait Pembahasan Substan­si Rancangan Peraturan Dae­rah tentang Rencana Detail tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Iwa diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberan­tasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Pelanggaran terse­but diduga dilakukannya dengan meminta uang untuk pengesa­han RDTR terkait pengajuan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) yang diajukan untuk pembangunan proyek Meikarta. (kmp/mam/run)