Empat Orang Terjepit, Satu Bocah Tewas

by -2,163 views

Pelepasan rombongan jamaah haji asal Kota Sukabumi diwarnai insiden berdarah. Sejumlah pengantar jamaah haji tergencet bus yang menabrak pagar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, sebagian lainnya tertimpa tembok pilar setelah bus rombongan ambruk. Dalam kejadian terse­but setidaknya lima orang mengalami luka serius dan satu bocah tewas.

AWALNYA tubuh anak terse­but terhimpit setelah bus rom­bongan calon jamaah haji ter­sebut mulai keluar dari area Gedung Juang 45. Saat bus terakhir keluar, kecepatan kendaraan tersebut cukup kencang hingga menghimpit pagar. Akibatnya seorang anak perempuan ber­pakaian SD terhimpit.

”Rombongan bus yang terakhir kan kosong. Sopirnya yang saya lihat agak brutal, ngebut gitu. Beloknya langsung. Sudah tahu itu lagi ramai. Banyak yang antar jamaah, banyak anak kecil. Mentang-mentang kosong, ngebut saja. Yang saya lihat itu sopir busnya nggak benar,” kata seorang saksi, Wildan Nurhidayat (27), Selasa (16/7).

Ironisnya, saat dievakuasi, tubuh anak perempuan itu langsung mengeluarkan ba­nyak darah. Sementara kaca belakang bus pecah. Anak pe­rempuan malang itu langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapat pertolongan lanta­ran sudah terlalu banyak mengeluarkan darah.

Korban diketahui bernama Hani Shafiy (12) warga Keca­matan Baros. Saat kejadian, korban masih mengenakan seragam SD. ”Seluruh korban lima orang, tiga dewasa dan dua lainnya anak-anak. Yang meninggal dunia berusia se­kitar 12 tahun, dia tergencet pintu pagar depan,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fah­mi di RSUD R Syamsudin SH.

Untuk korban lainnya, jelas Fahmi, saat ini masih dalam penanganan medis karena mengalami patah tulang. ”Em­pat lainnya terkena benturan pagar dan runtuhan tembok. Mereka patah tulang, dan kami pastikan mendapat penanga­nan medis di rumah sakit,” ujar Fahmi.

Humas RSUD R Syamsudin Wahyu Handriana menyebut korban meninggal dunia men­galami luka di bagian kepala­nya. ”Korban meninggal dunia karena mengalami cedera kepala berat hingga berujung kematian. Sisanya luka-luka ringan dan luka patah tulang terbuka,” kata Wahyu.

Empat korban saat ini masih mendapat penanganan medis. Sedangkan satu korban anak kecil berusia tiga tahun men­galami patah tulang pada tangan. ”Satu anak berusia tiga tahun masih kita tangani intensif, tiga lainnya luka pada kaki. Keempatnya saat ini da­lam keadaan sadar, kondisinya bagus, Insya Allah,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Su­kabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengaku sudah mengamankan sopir bus berinisial ER. Hal itu buntut dari insiden bus yang menabrak pagar di Gedung Juang 45. “Sopir atas nama ER sudah kami amankan, termasuk bus­nya. Kami sudah siapkan bus cadangan untuk mengantar calon jamaah haji. Kami akan lakukan penyelidikan terkait insiden tersebut untuk menge­tahui apakah ada faktor kela­laian dari sopir bus,” kata Su­satyo.

Sebelum pemberangkatan, Susatyo mengaku sejak sore hari sudah mengerahkan pa­sukannya langsung untuk melakukan pengamanan. Ba­hkan dirinya langsung terjun memberi arahan kepada para sopir bus yang hendak mengan­tar calon jamaah haji.

Susatyo juga mengaku langs­ung memberi arahan kepada para sopir untuk lebih hati-hati, baik dalam perjalanan ataupun hal-hal lainnya. Tadi pada saat pemberangkatan, ada tujuh bus utama yang be­risi para jamaah dan bisa me­lewati pagar tersebut tanpa kendala. Namun bus cadangan yang terakhir, yang diduga me­nyerempet pagar, menggencet salah satu korban. Kemudian ada pagar yang jatuh hingga menimpa korban.

”Dari keterangan saksi-saksi di TKP, sopir dimungkinkan ceroboh dalam mengendarai bus tersebut. Sementara itu yang dapat kami informasikan. Perkembangan selanjutnya akan kami kabarkan kembali,” tandas Susatyo. Belum diketa­hui nomor polisi bus nahas yang terlibat insiden tersebut. Namun, diketahui PO bus yang digunakan untuk mengantar calon jemaah haji adalah PO Nuansa Ilham. (su/mam/run)