Garap Eco Wisata Terintegrasi

by -
PROGRAM: Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, saat menanam buah alpukat di Mulyaharja, beberapa waktu lalu. Wilayah Bogor Selatan nantinya akan menjadi kawasan Eco Wisata.

METROPOLITAN – Belum sebulan menjabat, Camat Bogor Selatan, Atep Budiman, menargetkan bisa mengembang­kan wilayah Mulyaharja dan sekitarnya menjadi kawasan eco wisata. Nantinya kawasan tersebut bakal menarik wisatawan lokal maupun mancane­gara dengan berbagai konsep. Di antaranya wisata otomotif offroad dan wisata perkebunan Kampung Alpukat serta wisata menanam padi.

Atep mengaku akan mela­kukan penataan dan peng­galian potensi wilayah secara bertahap, dengan cara me­milah dan mengidentifikasi­kan potensi apa saja yang bisa digarap di 16 kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan.

”Dari 16 kelurahan itu apa saja yang bisa kita kembang­kan, potensi itu bukan hanya orientasi untuk perlombaan atau sekadar ingin beken di media. Tapi juga harus ber­muara pada mengatasi pro­blem kemiskinan. Dengan pengembangan wilayah, oto­matis masyarakat terpacu mandiri,” katanya

Mantan camat Bogor Utara itu menambahkan, selain Mulyaharja, dirinya punya upaya lain untuk mengimbangi dengan lokasi lain agar terin­tegrasi dengan kawasan Eco Wisata Mulyaharja. Bentuknya bisa saja sebuah paket wisata. Berbagai kemungkinan akan dikaji, bisa tema tracking, lari trail, motor trail atau bahkan downhill sepeda.

”Bisa juga disam­bung ke Kelurahan Pamoya­nan hingga Kelurahan Ci­paku. Untuk pendanaan nanti kita siasati saat ada perhatian. Kami siap kenapa tidak bisa dibantu APBN atau APBD provinsi untuk men­dukung itu,” tuturnya.­

Saat ini, konsep kawasan eco wisata dalam tahap peng­embangan meskipun sudah resmi dibuka. Sudah ada juga rumah-rumah warga yang disulap menjadi homestay dari wisatawan luar negeri. Pihak kecamatan ingin ber­kolaborasi dengan dunia pendidikan, seperti anak-anak sekolah yang didatangkan untuk membuka akses kawa­san Eco Wisata.

”Jadi nilai tambah lagi buat komunitas sepeda motor. Kami menunggu potensi ko­laborasi, siapa saja yang mau berkiprah memberikan kon­tribusi untuk kebaikan harus profesional, juga keikutser­taan mereka yang tahu prospek bisnis, seperti Kampung Al­pukat,” terangnya.

Ia menegaskan, kawasan Eco Wisata harus terus meningkat di masa mendatang. Untuk itu, pihaknya mendukung struktur manajemen dengan mengha­dirkan tenaga ahli. Pemuda-pemudi akan diberdayakan agar mempunyai nilai tinggi.

”Jangan puas di kondisi se­karang, karena di hadapan kita banyak tantangan. Jangan sampai hanya segelintir kelom­pok orang yang menikmati, kan tadi bisa diarahkan ke proses pengentasan kemiskinan,” pungkasnya (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *