Harga Tanah Jadi Rp6 Juta per Meter

by -5.4K views
Site plan pembangunan pusat perekonomian Kota Bogor sepuluh tahun mendatang.

METROPOLITAN – Masuknya investor ke Bogor Utara rupanya berimbas langsung pada warga sekitar. Ketua RW 05, Kelurahan Cibuluh, Ke­camatan Bogor Utara, Alif Sanusi, mengaku harga tanah yang mulanya berkisar Rp750 ribu hingga Rp1 juta per meter kini makin melonjak sejak 2015 silam.

Menurutnya, sejak muncul rencana me­gaproyek CBD di wilayah Cibuluh, harga jual tanah di wilayah makin selangit. “Sekarang ini pasarannya sudah Rp6 juta per meter,” ujar Alif.

Ia mengaku sudah mengetahuinya sejak 2017. Sebab, dirinya ikut dalam musyawarah bersama pihak inves­tor membahas janji yang akan diberikan pengembang kepada warga sekitar yang wilayahnya bersinggungan.

“Pembahasan awalnya sudah mulai sekitar Oktober 2017, tapi mulai gencarnya Oktober 2018. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, fasilitas sosial dan fasilitas umum, hingga uang tunai senilai Rp25 juta per tahun sebagai CSR,” beber lelaki yang sudah sepuluh tahun menjabat ketua RW itu.

Tingginya harga tanah dip­rediksi juga akan merambat ke wilayah lain selain Cibuluh. Sekretaris Camat Bogor Uta­ra Sihabudin mengatakan, proyek CBD yang dikembang­kan Olympic City tak cuma di wilayah Cibuluh, tetapi juga ada di daerah lainnya. ”Kalau pusatnya memang di Kelurahan Cibuluh, tapi ada kemungkinan juga menyebar ke wilayah lainnya,” kata Si­habudin.

Menurutnya, dari delapan kelurahan yang ada di Keca­matan Bogor Utara, empat kelurahan di antaranya diga­dang bakal ikut dalam mega­proyek dengan nilai investa­si Rp400 miliar tersebut. ”Kalau lihat dari perkembangan ini, rencananya ya, ini baru rencana, nanti bakal tembus ke Tanah Baru, Cimahpar hingga Ciluar. Tapi tetap pu­sat dan fokusnya ada di Ke­lurahan Cibuluh,” bebernya.

Sayangnya, tidak semua warga mengetahui konsep kota elite Cibuluh yang dius­ung Olympic City tersebut. Seperti yang diakui sejumlah warga di Jalan Kaumsari, Ke­lurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, senja itu.

Neneng, warga RT 02/05, Kelurahan Cibuluh, mengaku tidak tahu wilayahnya dipilih jadi pusat perputaran duit oleh Pemkot Bogor dan investor. ”Yang saya tahu cuma pembangunan perumahan biasa saja,” ujar Neneng.

Tak hanya Neneng, keti­daktahuan akan pembangu­nan kawasan CBD Kota Bo­gor yang dikembangkan Olympic City itu juga diala­mi Astuti. Ia mengaku tidak mengetahui konsep pembangunan yang tengah berlangsung saat ini.

Padahal, pembangunan ter­sebut masih berada di RW yang sama dengan tempat tinggalnya. ”Saya kira buka cabang saja. Tadinya kan ada di Sentul, sekarang di sini,” akunya. (ogi/c/feb/run)

Loading...