Hentikan Potensi Kejutan

by -98 views

Metropolitan – Nyaris saja Simona Halep dan Serena Williams terhenti di perempat final Wimbledon tadi malam. Pada set pertama, Halep yang menghadapi sang rising star Tiongkok Zhang Shuai tertinggal 1-4. Sedangkan Serena melawan rekan senegaranya, Alison Riske, sempat kehilangan set kedua. Namun, memang sulit melawan jam terbang serta mental juara. Halep dan Serena sama-sama mengandaskan potensi kejutan sang lawan. Halep bahkan memaksakan kemenangan straight set 7-6(4), 6-1. Serena menang 6-4, 4-6, dan 6-3. Halep sangat puas dengan penampilannya. Ini adalah semifinal Wimbledon perdananya sejak 2014.

Dengan kemenangan kemarin, dia belum kehilangan satu set pun sejak babak pertama. ’’Aku melawan sekuat tenaga di set pertama meski kalah 1-4,’’ ungkap Halep kepada BBC. ’’Aku tahu dia akan memukul dengan power yang sangat besar. Tapi, aku harus kuat,’’ tambahnya. Petenis Rumania berusia 27 tahun itu me-mang sangat disiplin. Dia hanya melakukan 13 kesalahan. Bandingkan dengan Zhang yang membuat 29 unforced error.

Permainannya juga efektif. Meski harus membalikkan posisi setelah tertinggal jauh, dia mampu menang hanya dalam waktu 87 menit. ’’Aku punya energi. Aku merasa fresh. Aku merasa percaya diri waktu melangkah ke lapangan. Aku menampilkan permainan terbaikku di lapangan rumput,’’ tegas dia.Bagi Halep, itu kali kedua secara beruntun menghentikan langkah petenis kejutan. Senin lalu dia mematahkan perlawanan ABG sensasional Cori ’’Coco’’ Gauff pada babak 16 besar. Tadi malam Zhang. Sebelum Wimbledon tahun ini, Zhang belum pernah sekali pun memenangi pertandingan sektor tunggal di grand slam lapangan rumput tersebut.

Di sisi lain, kemenangan Serena makin mendekatkannya untuk merengkuh fi-nal grand slam ketiganya sejak menjadi ibu pada 2017. Sekaligus membuka pe-luang dia meraih gelar grand slam ke-24. Tahun lalu dia juga sukses menembus final Wimbledon. Namun, dia takluk di tangan Angelique Kerber. Jika mampu meraih grand slam ke-24, Se-rena menyamai rekor Margaret Court seba-gai pengumpul gelar grand slam tunggal putri terbanyak sepanjang masa. ’’Aku tidak mau terbebani dengan apa pun. Aku yakin semua akan berjalan dengan mulus jika pi-kiranku jernih dan mengalir saja dalam bertanding,’’ tutur Serena. (irr/c4/na)