Hiii….. Pohon Jubleg Parung Sering Minta Sesajen

by -5,019 views

METROPOLITAN.ID -Bagi Masyarakat Parung dan sekitar tentu sudah tidak asing lagi jika mendengar nama sebuah pohon berukuran besar, warga sekitar menyebutnya pohon jubleg. Keberadaan pohon itu, rupanya menyimpan kisah mistis, hal itu diceritakan oleh tukang sol sepatu yang setiap hari mangkal di bawah pohon.

Sudah 25 tahun Ali Aminudin menjadi tukang soal sepatu dan sendal, lelaki berusia 45 tahun asal Kecamatan Cibiuk Kabupaten Gatut ini, mengaku sering dipintai kopi penunggu pohon jubleg pada hari-hari tertentu.

Alipun menuruti permintaan penuggu pohon itu, lantaran Ali Aminudin sering mangkal dibawah pohon yang berukuran besar. Pohon itupun berada percis dipertigaan parung, atau lebih tepatnya di Ruas Jalan Parung-Depok.

“Biasanya penuggu pohon Jubleg itu, minta kopinya pagi. Sekitar pukul 08:00 WIB, terkadang juga siang, pada jam istirahat,” kata Ali Aminudin, saat ditemui metropolitan.id di lokasi, Minggu (14/0719).

Penunggu pohon jubleg itu, berbadan tinggi sering menggunakan jubah putih kadang jubah hitam. Tergantung sesekali Ali Aminudin melihatnya, selama 25 tahun jadi tukang sol sepatu dan sendal.

Lelaki berambut panjang itu menceritakan, jika ia lupa mengasih kopi pada penuggu pohon besar. Mahluk itupun sering mencolek badan Ali, dimana Ali sedang menuggu pelanggan.

“Kalau saya lupa, paling dia itu suka nyolek pinggang kalau saya duduk. Langsung saya beliin kopinya,” ucap Ali lelaki berjenggot putih.

Ali yang tinggal di Gang Serius RT07/04, Desa Pamegarsari Kecamatan Parung, sudah tidak asing terhadap penunggu pohon jubleg. Menurutnya, keberadaan penunggu pohon jubleg itu sudah ia anggap teman sendiri.

“Dia tidak ganggu, tergantung kitanya. Tapi setelah saya sering ngasih kopi, alhamdulilah jualan saya sehari mencapai Rp200-300 ribu,” ucap Ali Aminudin, kepada metropolitan.id

Menurut Ali, pohon jubleg ini berumur sekitar 8 tahun. Sebab, warga yang menanam pohon ini suka datang untuk menjait sepatu. Awalnya area ini, adalah pasar parung, yang saat ini, pindah ke dalam.”Pohon ini jenis ambon. Cuma warga menyebutnya pohon jubleg, artinya NgeJubleg bae disini,” tutur Ali.

Anak pertama Ali, Firman (28) mengaku, bapaknya sudah 25 tahun mangkal di pohon jubleg. Tidak heran, jika bapaknya itu sering kali berinteraksi dengan penunggu pohon jubleg.”Saya mah sudah tidak aneh, kalau bapak suka ngasih kopi. Itu bapak lakuin sudah lama, semenjak saya masih kecil,” ucap Firman. (mul/b/suf)

FOTO: Ali Aminudin sedang menumggu pelanggan di bawah pohon jubleg Parung.