Jadi Alun-alun, Pekerja Tato Tergusur

by -40 views

METROPOLITAN – Setelah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat senilai Rp18 mi­liar untuk pembangunan alun-alun, Pemerintah Kota (Pem­kot) Bogor bakal membongkar kawasan Taman Ade Irma Suryani dan Taman Topi pada Desember 2019. Pem­bongkaran tersebut dilakukan lantaran kerja sama antara PT Exotica selaku pengelola Taman Topi (Tato) dengan Pemkot Bogor habis Januari 2020.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menjelaskan, demi mendukung agar alun-alun kota cepat terwujud, pihaknya juga menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar ka­wasan tersebut. “Desember ini pembongkaran harus sudah dilakukan, karena kita sudah dipastikan mendapatkan ban­tuan dari pemprov,” kata Dedie, kemarin.

Sebelum itu, pihaknya tengah fokus menertibkan PKL di sejumlah kawasan, khususnya wilayah yang bersinggungan dengan Taman Topi, seperti Pasar Anyar, Dewi Sartika, MA Salmun, Sawojajar, Kebon­kembang. “Jadi, minimal akhir Juli sekitar 1.100 PKL sudah bergeser kedua lokasi yang sudah disediakan,” jelasnya.

Orang nomor dua di Kota Hujan itu juga mengamini jika relokasi dan penertiban PKL yang selama ini digen­carkan merupakan salah satu bagian dari rancangan pembangunan alun-alun kota. “Semua ini satu kesa­tuan. Kalau tidak segera kita bereskan nanti pembangunan bakal sepotong-sepotong. Oleh karena itu, untuk tahap awal sebelum pembongkaran di­rapikan dulu PKL dan menun­taskan pembangunan Masjid Agung,” beber Dedie.

Sementara itu, Humas PT Exotica selaku pengelola Taman Topi, Basiran, mem­benarkan adanya wacana tersebut. “Betul kerja sama kita sudah selesai. Kami juga sempat mendengar konsep pembangunan alun-alun kota menggantikan taman ini,” ucapnya. Secara umum, pi­haknya mendukung konsep tersebut. Basiran juga sudah memikirkan nasib para pe­kerja yang bakal menjadi korban pembongkaran.

“Kalau pemkot tidak mem­perpanjang kerja samanya, mau tidak mau kami harus pindahkan karyawan kami. Semua dipindahkan ke Pe­mandian Air Panas Parung, Taman Kecubung Puncak dan Taman Prawatasari Cianjur,” tuturnya.

Pengelola wisata yang sudah beroperasi sejak 1985 itu ber­harap dengan adanya alun-alun kota di masa mendatang bisa memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. “Semoga Kota Bogor lebih baik, lebih maju dan menjadi tujuan wisata yang disukai semua lapisan masyarakat,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)