Jadi Tantangan, Bukan Kutukan

by -29 views

punggung 9 sering disebut sebagai nomor keramat. Sama seperti nomor 7 atau 10. Krzysztof Piatek (AC Milan), Gabriel Jesus (Manchester City), dan Javier Hernandez (West Ham) pun memiliki misi tersendiri ketika memutuskan beralih ke nomor 9 untuk musim 2019–2020.

TIDAK ada halangan lagi. Itulah yang mungkin dirasakan Piatek saat memperkenalkan nomor punggung barunya bersama AC Milan kema-rin. ’’Hai Rossoneri, nomor punggung baru saya adalah 9,’’ tulis striker AC Milan tersebut di Insta Story.

Piatek yang musim lalu mengenakan nomor 19 memang berhak mengenakannya karena merupakan bomber utama Rossoneri. Hanya separo musim membela AC Milan, pemain timnas Polandia tersebut melesakkan 11 gol dari 21 penampilan. Kalau ditotal dengan separo awal bersama Genoa, striker 24 tahun itu mengoleksi 30 gol dari 42 laga.’’Saya mengawali karir di Serie A dengan nomor itu (9) dan mencetak banyak gol. Semoga musim depan (2019–2020) seperti itu bersama AC Milan,’’ ungkapnya. Piatek tidak bisa mengenakan nomor 9 saat bergabung dengan Rossoneri ka-rena nomor tersebut sudah terdaftar untuk Gonzalo Higuain pada awal musim. Sial bagi Higuain. Dia hanya mencetak 8 gol dari 22 laga bersama AC Milan. Menjadikannya satu di antara delapan penyandang nomor 9 Milan yang minim gol.

Sejak kepergian Filippo Inzaghi pada musim panas 2012, nomor 9 di AC Milan tak ubahnya sambil lalu. Rata-rata cuma satu musim nomor 9 ada empunya. Dimulai dari Alexandre Pato (2012–2013), Alessandro Matri (2013–2014), Mattia Destro (2014–2015), Fernando Torres (2014–2015), Luiz Adriano (2015–2016), Gianluca Lapadula (2016–2017), Andre Silva (2017–2018), hingga Higuain. Matri dan Adriano sampai harus melepas nomor 9 pada musim berikutnya. Matri beralih ke nomor 21, sedangkan Adriano mengubah nomornya menjadi 7.

Begitu beratnya menjadi nomor 9 di Milan, paling banyak 10 gol dalam semusim yang mampu dikoleksi pemain dengan nomor tersebut. Silva melakukannya. Tapi, musim lalu dia ’’dibuang’’ ke Sevilla. Piatka, julukan Piatek, pun siap menjadikan nomor 9 sebagai tantangan. Bukan nomor kutukan. ’’Meledak atau tidaknya Piatek ber-gantung di mana (Marco) Giam-paolo (allenatore AC Milan, Red) memainkan strategi yang cocok,’’ ungkap Luigi Cagni, mantan tactician Brescia yang kini menjadi pengamat di TMW Radio. Handicap yang sama ada di hadapan Jesus. Bahkan, dua musim terakhir belum ada satu pun penyerang City yang memakai jersey bernomor 9. Nolito adalah sosok terakhir yang memakainya (2016–2017). Itu pun dia sial. Nolito hanya mencetak 6 gol dari 30 kali bermain.

Selama era Sheikh Mansour, belum yang lama memakai nomor 9 City atau hanya semusim. Sebelum Nolito, ada Valeri Bojinov (2008–2009), Emmanuel Adebayor (2010–2011), dan Alvaro Negredo (2013–2014). situs klub menyebutkan, nomor tidak menjadi alasan performanya akan meledak atau tetap keras di keras Jesus yang memakai nomor 33 dalam dua musim pertamanya di City kepada Manchester Evening Seperti Piatek, Jesus sebelumnya pernah akrab dengan jersey nomor 9. Bukan di klub, melainkan timnas. Itulah yang tak pernah didapat sapaan Javier Hernandez. Baru musim ini mantan striker Manchester United dan Real Madrid itu dipercaya memakai seorang murni. Bomber timnas Meksiko tersebut sebelumnya lebih sering memakai jersey dan Chicharito mendapatkannya setelah West Ham tak memperpanjang kontrak Andy Carrroll pada musim panas ini.

Kepergian Marko Arnautovic ke Tiongkok semakin memantapkan The Hammers untuk menjadikan Chicharito sebagai mesin gol utamanya. ’’Chicha akan berperan besar musim depan,’’ ucap Manuel Pellegrini, pelatih West Ham, seperti dikutip Evening Standard. (ren/c19/dns)