Kakak Kandung yang Tusuk Adiknya Sempat Alami Gangguan Kejiwaan, Pernah di Rawat di Dinsos Jakarta

by -31 views

METROPOLITAN.id – Keluarga mengungkapkan pelaku yang menusuk adik kandungnya pernah mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, pelaku juga diketahui pernah direhabilitasi kejiwaannya di Dinas Sosial (Dinsos) jakarta.

Pelaku NR (29) merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Sementara korban MR (10) merupakan adik bungsunya. Kakak pertama dari keduanya, Hasanudin menceritakan, pelaku memang mengalami gangguan kejiwaan sejak 2012.

Saat 2016, pelaku sempat bekerja di Jakarta. Di sana, pelaku kumat dan merusak kendaraan. Setelah itu, pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa oleh Dinsos DKI Jakarta. Setelah itu, Hasanudin menyebut pelaku mendapat perawatan rehabilitasi kejiwaan dan dipulangkan setelah dianggap pulih.

“Pelaku mulai mengalami gangguan jiwa sejak 2012. Di 2016, sempat merusak kendaraan sedan di Jakarta. Setelah itu, pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa oleh Dinsos DKI Jakarta,” kata Hasanudin saat ditemui di Gang Kosasih RT05/10, Kelurahan Cikaret Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Awalnya, keluarga tidak tahu mengenai pelaku yang merusak kendaraan di Jakarta. Keluarga baru mengetahui setelah pelaku pulang ke rumah membawa surat dari panti dimana pelaku di rawat.

“Keluarga tidak tahu kalu dia merusak kendaraan atau dirawat. Pas tahunya dia bawa surat saja dari Dinsos, karena sebelumnya tahunya hanya kerja,” terangnya.

Hasanudin berharap, kepolisian memproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya berharap kalaupun mengalami kejiwaan agar direhab. Tapi kalau tidak mengalami gangguan kejiwaan agar di proses,” ujar Hasanudin.

Sebelumnya, seorang kakak kandung tega menusuk sang adik yang tengah beristirahat hingga meninggal dunia. Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (11/7) malam pukul 21:00 di Gang Kosasih, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Saat itu, korban sedang tidur bersama sang kakak AR (14) di ruang tamu di depan televisi. Sementara sang ibu, Suyatmi (49) yang mengalami stooke tengah tertidur pulas di kamar.

Di rumah itu, kakak ketiga korban, NR (29) yang menjadi pelaku penusukan sedang menggunting spon bahan baku untuk pembuatan sandal. Namun, secara tiba-tiba dirinya mendekati korban dan mnghunuskan gunting yang ada di tangannya ke dada sebelah kiri dan perut sebelah kiri.

Sesaat kemudian, korban yang sudah bersimbah darah sempat berteriak kesakitan. Keluarga dan tetangga yang berada di sekitar pun langsung keluar dan mencari sumber teriakan tersebut. Namun, saat itu kaeadaan rumah tempat korban ditusuk dalam keadaan terkunci dari dalam. Pintu lalu didobrak secara bersama-sama.

“Korban dibawa oleh kakaknya yang lain ke RS Umi, namun nyawanya tidak tertolong dan korban meninggal dunia,” kata Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Silfia Sukma Rosa.

Usai kejadian tersebut polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Pelaku juga langsung diamankan untuk selanjutnya diobservasi kejiwaannya.

“Pelaku langsung diamankan di Polsek Bogor Selatan,” terangnya. (mul/b/fin)