Klopp Tetap Konfi den tanpa Pembelian Top

by

NEW YORK, Jawa Pos – Liverpool masih tanpa kemenangan dalam tur pramusim ke Amerika Serikat (AS). Dalam tiga pertandingan yang dilakoni di Negeri Paman Sam itu, jawara Liga Champions 2018–2019 tersebut mencatat sekali seri dan dua kali kalah. Yang terbaru adalah bermain 2-2 melawan Sporting Lisbon di Yankee Stadium kemarin WIB (25/7).

Sementara itu, kekalahan dialami masing-masing 2-3 melawan Borussia Dortmund (21/7) dan 1-2 kontra Sevilla (22/7). Memang, sebelum terbang ke AS, Liverpool meraih dua kemenangan. Tetapi, itu melawan tim yang secara kualitas berada di bawah mereka.

Tranmere Rovers (12/7) dan Bradford City (14/7). Belum meyakinkannya performa Liverpool memang tidak lepas dari belum kompletnya kekuatan skuad asuhan Juergen Klopp. Alisson Becker, Roberto Fir mino, dan Sadio Mane masih libur karena tugas membela negara. Mohamed Salah sudah berga bung, tetapi masih sebatas kameo.

Faktor lainnya adalah kebijakan klub yang memilih tidak mendatangkan pembelian pemain top musim panas ini. Meski debatable, kedalaman skuad untuk klub sekelas Liverpool sangat penting. Sejauh ini Liverpool baru mendatangkan satu pemain. Itu pun hanya bek belia (17 tahun) Sepp van den Berg. Dia diboyong dari klub Eredivisie, PEC Zwolle, dengan biaya murah, EUR 1,7 juta (Rp 26,5 miliar). Bahkan, cederanya bek kanan Nathaniel Clyne saat melawan Sporting tidak membuat Klopp tergugah untuk mendatangkan pemain baru dengan kaliber top.

Padahal, Clyne menderita cedera lutut yang bisa membuatnya absen hingga tahun baru. ’’Anda bisa mempersiapkan (pemain, Red) sebanyak yang Anda mau, tetapi selalu ada masalah. Cedera itu (Clyne, Red) tidak akan memengaruhi (kebijakan) transfer kami,’’ ucap pelatih asal Jerman tersebut seperti dilansir BBC Sport. Klopp sangat konfiden komposisi skuadnya saat ini bisa bersaing sampai dua musim kedepan.

Pemain yang musim lalu jarang bermain karena cedera panjang seperti Alex Oxlade-Chamberlain pun disebut Klopp sudah selayaknya rekrutan baru musim panas ini. Klopp juga menjelaskan, hasil pramusim bukanlah tolok ukur pencapaian Liverpool di musim sesungguhnya. Termasuk seandai nya Jordan Hen derson dkk masih gagal menang di sisa pramusim melawan Napoli (28/7) lalu Olympique Lyon (1/8).

Ketika disinggung mengenai terbukanya kesempatan Liverpool mendatangkan nama besar seperti Gareth Bale (Real Madrid) atau memulangkan Philippe Coutinho, Klopp menampiknya. Menurut dia, dua pemain itu akan membutuhkan biaya transfer yang sangat besar. ’’Dia (Bale) luar biasa dan saya menyukainya, tetapi ini bukan tentang dia. Anda harus membuat tim.

Sebuah tim bukanlah kumpulan pemain individu terbaik, melainkan harus bekerja sama,’’ tutur Klopp seperti dilansir Liverpool Echo. ’’Liverpool adalah proyek jangka panjang,’’ tandas pelatih 52 tahun tersebut. Di sisi lain, kebijakan transfer yang pelit ala Klopp musim ini disikapi berbeda oleh mantan bek The Reds, Jamie Carragher. Menurut Carra, Klopp hanya memikirkan timnya selama masih menangani Liverpool atau hingga kontraknya berakhir pada 2022. Carra meyakini, Klopp akan pergi setelah kontraknya purna. Sebelum nya, mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengabaikan keinginan Liverpool untuk mem perpan jang kontraknya. (io/c22/dns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *