Mahasiswa Komunikasi Unida Belajar Jadi Jurnalis

by -57 views

METROPOLITAN – Maha­siswa Semester II Program Studi Sains Komunikasi Fa­kultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Dju­anda Bogor (Unida) Bogor menggelar pelatihan jurnalis­tik pencarian dan penulisan berita di gedung D FISIP, Senin (1/7). Mengusung tema ‘Men­jadi Generasi Anti Hoax’, pe­latihan ini diikuti 97 maha­siswa dari kelas reguler dan kelas sore.

Pelatihan yang dimulai pukul 10.00 – 16.30 WIB ini bekerja­sama dengan Surat Kabar Harian Metropolitan. Melibat­kan Redaktur Senior Maulana Yusuf dan Redaktur Harian Muhamad Imam. Dosen Peng­ampu Mata Kuliah Dasar-dasar Penulisan, Agustini mengatakan, pelatihan jurna­listik merupakan kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa. Dalam pelatihan ini, maha­siswa mencari bahan berita atau informasi yang mempu­nyai nilai berita. Selanjutnya, mengumpulkan fakta-fakta peristiwa dan fakta-fakta penda­pat dari keterangan narasum­ber terkait dengan suatu keja­dian atau peristiwa yang hangat dibicarakan banyak orang.

Dengan pelatihan ini, ma­hasiswa diharapkan mema­hami dan mampu membeda­kan antara fakta peristiwa yang terjadi dengan kesaksian, bukti dan nonfakta. Setelah mendapat materi, mahasiswa melakukam peliputan langsung yang kemudian diolah men­jadi berita berdasarkan kaidah jurnalistik. “Mahasiswa seba­gai calon seorang jurnalis ha­rus mengetahui darimana informasi berasal dan siapa sumbernya. Memperhatikan keberimbangan sumber be­rita dari berbagai sumber be­rita, karena jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh,” kata Agustini.

Menurutnya, tema ‘Men­jadi Generasi Anti Hoax’ yang diangkat sangat menarik. Bila mahasiswa menjadi jur­nalis, penulisan berita harus berdasarkan fakta, bukan hoaks yang dapat memberi­kan pemahaman yang salah kepada masyarakat terhadap suatu fakta.

Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik Windi Farida men­gatakan, pelatihan jurnalistik pencarian dan penulisan be­rita ini memberikan pengala­man kepada para peserta untuk mencari bahan berita secara langsung dan menulis­kannya menjadi berita. “Saya berharap semoga para pe­serta setelah mengikuti pela­tihan ini menjadi bisa mem­buat berita dan menjadi jur­nalis yang handal” harap Windi.

Salah seorang peserta pela­tihan M Yassar Syawaludin mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat dan seru. Sebab, memberikan pembekalan ke­pada mahasiswa. (*/fin)