Mantan Anggota PPS Dilibatkan Pilkades

by -46 views

LEUWILIANG – Pemerintah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mendorong pemerintah desa (pemdes) yang bakal mengelar pilkades serentak 2019 melibatkan mantan anggota panitia Pemungutan Suara (PPS) sebagai panitia. Tidak hanya itu, agar tidak terjadi gesekan atau kecemburuaan antarcalon di Pilkades nanti, pejabat sementaran (Pjs) kades wajib bersikap netral.

Sekretaris Camat Leuwiliang, Ivan Pramudia mengatakan, sebelum pembentukan panitia pilkades, Pemkab Bogor sudah pernah mengumpulkan para kades dan BPD di Gedung Tegar Beriman. Setelah tahap pilkades terbentuk, pihak kecamatan harus menyosialisasikan ke pemdes soal tahapan dan pembentukan panitia pilkades di tingkat desa. “Kita berharap, pembentukan panitia pilkades bisa melibatkan mantan PPS yang pernah berperan aktif di pemilu 2019,” ujar Ivan usai menyosialisasikan tahap pilkades di aula kantor kecamatan, kemarin.

Alasannya, sambung Ivan, mereka sudah memiliki pengalaman terkait pesta demokrasi. Untuk data hak pilih di Pilkades 2019, sesuai arahan Pemkab bogor bakal mengunakan data dasar dari Disdukcapil Kabupaten Bogor pada kuartal 1 tahun 2019. Mengingat di data tersebut, sudah ada hak pilih yang masuk usia 17 tahun tepatnya di saat penyoblosan pilkades pada tanggal 3 November 2019. “Setelah sosialisasi tahapan pilkadea di tingkat kecamatan, besok Pemdes Leuwiliang bakal mengselar rakor pembentuk pilkades,” bebernya.

Kepala Seksi Pemerintah Kecamatan Leuwiliang, Agus Jamal menambahkan, di Kecamatan Leuwiliang yang mengelar pilkades ada sembilan desa yakni Desa Barengkok, Leuwiliang, Karehkel, Cibeber 1, Leuwimekar, Karacak, Karyasari, Purasari dan Pabangbon. Sedangkan, pembentukan panitia pilkades tingkat kecamatan sudah terbentuk yang terdiri dari camat sebagai ketua panitia, sekcam, kapolsek, koramil, kasi dan staf kecamatan. “Jika yang mendaftarkan diri menjadi calon kepala desa lebih dari lima orang bakal ditesting panitia pilkades tingkat kecamatan,” tukasnya. (ads/b/els)

Loading...