Masih Ada Warga Ditolak Rumah Sakit, Atty: Jangan Permainkan Nyawa Orang

by -27 views
Anggota DPRD Kota Bogor dari PDI Perjuangan Atty Somaddikarya (kanan)

METROPOLITAN.id – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya menyebut masih banyak warga yang berkeluh kesah kepadanya soal rumah sakit yang menolak pasien dengan alasan kamar penuh. Yang lebih miris, perempuan yang juga menjabat Dewan Pimpinan Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kota Bogor ini mengaku penolakan tersebut sering dirasakan masyarakat kecil atau kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sebagai wakil rakyat, politikus PDI Perjuangan ini sangat prihatin dengan banyaknya pengaduan penolakan rumah sakir terhadap masyarakat yang butuh perawatan darurat.

“Masalah ini menjadi keluhan setiap hari, yang masuk ratusan ke nomor kontak saya. Setiap hari keluhan yang sama dengan bahasa yang sama dari masyarakat, minta tolong karena ruangan rawat inap RS di Kota Bogor selalu penuh, penuh dan penuh,” kata Atty.

Menurutnya, banyaknya laporan soal penolakan pasien cukup janggal. Sebab, berdiri banyak rumah sakit di Kota Bogor yang artinya jumlah kamarnya pun tersedia ribuan kamar rawat inap jika ditotal. Atas dasar itu, Atty mempertanyakan apakah benar orang-orang di Kota Bogor sakit setiap harinya ribuan atau apakah benar rumah sakit selalu penuh..

“Kalau ini menjadi satu kebohongan, artinya rumah sakit mempermainkan nyawa orang-orang miskin, melayangnya nyawa sia-sia setiap hari tanpa berpikir. Nyawa sangat berharga dan berarti untuk keluarga pasien yang di tinggalkan dan akan terasa sakit ketika keluarga pasien berpulang tanpa mendapatkan tindakan apa-apa. Karena pasien mencari rumah sakit yang berharap ada jawaban kamar kosong. Ada yang berhasil, ada yang hasilnya nihil dan akhirnya pasien menghebuskan nafas terakhirnya di angkot atau di parkiran rumah sakit,” ungkapnya.

Secera tegas, Atty berkomitmen melawan kebohongan-kebohongan yang merugikan masyarakat karena banyaknya nyawa melayang dengan cara tak semestinya. Dirinya juga bakal meninjau langsung kamar rumah sakit jika masih ada rumah sakit yang menolak pasien dengan alasan kamar penuh

“Jika pihak rumah sakit berbohong mengatakan penuh dan teryata ada yang masih kosong, saya akan bekerjasama dengan dinas terkait dan turun ke lokasi untuk meminta jawaban,” tegas Atty.

selain itu, Atty juga menyoroti soal transportasi di Kota Bogor yang masih butuh pembenahan untuk mengurai kemacetan. Kemacetan menjadi salah satu penyebab atas terhambatnya pasien ketika masyarakat akan berobat ke rumah sakir, terlebih dalam kondisi darurat atau kritis.

“Jalan-Jalan macet setiap Sabtu- Minggu, bahkan setiap hari di Kota Bogor. Pada waktu tertentu masyarakat marah, pada puncaknya ketika masyarakat ada yang sakit membutuhkan tindakan cepat, dalam perjalanan terjebak macet. Belum lagi sesampainya di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, ada penolakan dari rumah sakit,” terangnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, Atty juga mengusulkan kepada Pemkot Bogor untuk menyediakan 68 mobil ambulance. Artinya, di tiap kelurahan minimal ada satu ambulance.

“Kita aspirasikan mobil ambulance agar Pemkot Bogor bisa mewujudkan itu. Dan saya sudah ngobrol-ngobrol sama Pak Wakil Wali Kota Dedie Rachim dan dia sangat mendukung usulan itu. Saya sangat mengapresiasi Pak Dedie yang akan membawa aspirasi ini,” pungkas Atty.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengaku Pemkot Bogor memperhatikan aspirasi dewan, terlebih soal usulan ambulance. Menurutnya, ambulance merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas dan instalasi kesehatan dan bisa digunakan dalam keadaan darurat.

“Saya akan koordinasikan dengan wali kota dan sekda untuk difasilitasi dari anggaran perubahan tahun ini. Mengenai jumlahnya mungkin kita sesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” tandas Dedie.  (bch/fin)