Ngeri! Ekstasi dari Pabrik Rumahan di Cibinong Bogor Dicampur Obat Warung, Ada Rasa-rasa Kopi Juga

by -3,847 views
Barang bukti yang diamankan dari pabrik ekstasi rumahan di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. (Foto: Sandika/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pengungkapan pabrik rumahan ekstasi di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor cukup mencengangkan. Para tersangka diketahui mencampurkan obat-obat warung untuk bahan pembuatnya. Bahkan, polisi menemukan kandungan caffein dalam pil haram tersebut yang diduga terdapat campuran kopi juga di dalamnya.

Kepala Satnarkoba Polres Bogor AKP Andri Alam mengatakan, pihaknya sudah melakukan uji lab kandungan ekstasi dari pabrik rumahan di cibinong. Hasilnya, ekstasi itu dibuat bukan hanya dari bahan dasar pembuat ekstasi seperti biasanya tetapi juga ada campuran obat-obat warung.

“Ekstasi ini campuran, kami sudah tes lab, salah satunya ada kandungan sabu dan beberapa cairan dan campuran obat-obat warung,” kata Andri saat jumpa pers di Mapolres Bogor, Jumat (19/7).

Menurutnya, jenis obat warung yang digunakan kebanyakan dari golongan parasetamol. Tersangka sengaja menggunakan campuran obat warung agar ekstasi yang mereka hasilkan terlihat padat.

“Yang menarik kenapa menggunakan obat warung untuk membuat ekstasinya terlihat menjadi padat,” terangnya.

Tak hanya itu, hasil lab menunjukan ada kandungan caffein di dalamnya. Kandungan tersebut berasal dari ekstrak kopi yang ditambahkan dalam proses pembuatan.

“Ditambah lagi ada ekstrak kopi juga di sana, sehingga hasil lab keluar ada kandungan kaffein,” ungkap Andri.

Karena banyaknya bahan untuk membuat ekstasi tersebut, proses pembuatan di pabrik rumahan itu memerlukan proses yang panjang. Penambahan ekstak kopi sendiri diduga untuk menghasilkan rasa berbeda sehingga orang yang mengonsumsinya berpikir ekstasi dari industri rumahan tersebut beda dari yang lain.

“Jadi kalau ada konsumennya yang nyoba mikirnya itu barang baru,” ujarnya.

Polisi menunjukan barang bukti pengungkapan rumah produksi ekstasi di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor saat rilis di Mapolres Bogor, Jumat (19/7). (Foto: Sandika – Metropolitan)

Pabrik ekstasi tersebut mampu menghasilkan 500 pil haram setiap harinya. Para tersangka kemudian memasarkan produknya di wilayah Jabodetabek. Masing-masing tersangka juga memiliki peran berbeda dari mulai pembuat hingga pengedar.

Menurut Andri, rumah produksi ekstasi tersebut sudah berjalan sekitar sebulan. Polisi mengamankan tiga orang tersangka yaitu MS, DK dan ES di salah satu kontrakan di Gang Swadaya, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, (20/3).

Di sana, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti bahan baku pembuat ekstasi hingga 150 butir ekstasi siap edar. (fin)