Nggak Rela Cibanon Dicaplok Kota Bogor

by -

METROPOLITAN – Wacana pen­caplokan enam kecamatan oleh Pe­merintah Kota (Pemkot) Bogor terus bergulir. Setelah Ketua DPRD Kabu­paten Bogor, Ilham Permana, meno­lak keras keinginan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakilnya, Dedie A Rachim, giliran Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan angkat bicara.

Menurut Iwan, keinginan perluasan wilayah itu tak semudah membalik­kan telapak tangan. Sebab, harus ada aturan jelas yang mendasarinya. Le­bih dari itu, ia menyinggung soal etika dalam bernegara. Sebab, selama ini tak pernah ada pembicaran an­tara pemimpin daerah terkait per­luasan wilayah tersebut. “Karena sebelumnya tak ada komunikasi apa pun. Tiba-tiba sudah ramai di media seperti sekarang,” sesalnya.

Seperti diketahui, ada enam wi­layah yang diminta Pemkot Bogor agar masuk ke wilayahnya. Yakni Kecamatan Ciawi, Dramaga, Kemang, Ciomas, Sukaraja dan Tamansari. Melihat geografis wilayah tersebut, Iwan menilai lokasi yang diminta punya potensi luar biasa untuk di­kembangkan. “Di wilayah itu banyak aset kita, jadi ada itung-itungannya. Semua harus dihitung-hitung dulu. Melepas wilayah itu sama saja dengan melepas aset. Itu nggak mudah,” te­gasnya.

Apalagi, sambung Iwan, Pemkot Bogor meminta wilayah Cibanon yang selama ini sudah diproyeksikan pe­merintah pusat menjadi stasiun LRT.

”Itu kan prospek pembangunan wilayah yang dilakukan PT Summa­recon. Sudah pasti wilayah potensial untuk Kabupaten Bogor,” tegasnya. “Saya kira (wali kota Bogor, red) harus pelajari lagi tata bernegara. Karena memang tidak ada komunikasi sebe­lumnya,” timpal politikus Gerindra itu dengan nada sinis.

Hal senada diungkapkan Bupati Bogor, Ade Yasin (AY). Menurut Ade, pihaknya tak bisa begitu saja mem­berikan kewenangan administratif beberapa kecamatan kepada Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor. Menurut AY, perlu ada kajian mendalam untuk merealisasikan keinginan wali kota Bogor.

“Terkait akan diambil enam keca­matan oleh Pemkot Bogor, belum ada pembicaraan. Pak wali kota belum bicara dengan saya. Jadi saya belum bisa komentar. Harus dikaji lagi ka­rena kita juga mau ada persiapan pemekaran daerah,” kata Ade Yasin.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupa­ten Bogor, Ilham Permana, menolak mentah-mentah rencana tersebut. Menurut Ilham, beberapa kecamatan yang ingin diambil Pemkot Bogor dalam upaya perluasan wilayah ber­dasarkan data, memiliki potensi men­janjikan untuk dikembangkan Pem­kab Bogor sendiri. “Pemkot Bogor mau caplok Kecamatan Sukaraja. Itu nanti mau ada LRT di sana. Nggak mungkin kita serahkan begitu saja. Karena potensial. Aneh saja wilayah kami tapi mereka yang menentukan sendiri saat mau caplok,” tandasnya. (cr2/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *