P2TP2A: Pembacok Suami Alami Baby Blues

by -16 views

METROPOLITAN – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi mengapresiasi langkah polisi mediasi terhadap kasus Aminah (43) seorang istri yang membacok suaminya dengan kapak dipicu sindrom baby blues.

”Hasil medis sudah menjelaskan ibu tersebut mengalami sindrom pasca melahirkan atau baby blues, peristiwa itu dilakukan di luar kontrol. Apalagi polisi juga sudah menyadari ada sindrom itu, saya pikir alhamdulillah bisa dimediasi dan suaminya menyadari kemudian memaafkan istrinya alhamdulil­lah,” kata Yani Marwan, ketua P2TP2A Sukabumi , Selasa (16/7/2019).

Yani menjelaskan baby blues saat ini masih terdengar asing di masyarakat, P2TP2A akan melakukan pembe­lajaran kepada kaum ibu dan masyarakat Sukabumi terkait sindrom tersebut. ”Ibu yang sedang hamil, ibu yang melahirkan apalagi pasca melahirkan kondisinya akan labil. Perlu adanya du­kungan yang pertama dari orang terdekat terutama dari suami, itu akan memberi efek luar biasa bagi si ibu. Suami dituntut harus mengerti banget apa sih yang dibutu­hkan oleh istrinya,” ujar Yani.

Menurut Yani, kasus baby blues yang terjadi di Sukabumi adalah sesuatu yang langka. Pemahaman agama yang kuat juga akan mengurangi efek timbulnya baby blues selain dukungan dari suami, kelu­arga dan lingkungan.

”Baby blues yang terjadi pada ibu itu mungkin bisa dipicu karena faktor kondisi ekonomi, kemudian ketidak­mengertian suami yang ha­rusnya memahami istri yang lelah pasca melalui sakitnya prosesi melahirkan. Saya rasa harus adanya edukasi berkelanjutan, pemenuhan gizi sang ibu juga tidak kalah penting ya,” ucapnya.

P2TP2A akan melakukan pendampingan bersama Di­nas Perlindungan Perem­puan dan Anak (DP2A) ter­hadap Aminah dengan ber­koordinasi dengan kepolisian. ”Siap pendampingan, kita akan sama-sama mengawal dan mengambil pelajaran atas peristiwa ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Yani. (de/feb)