Pantai Selatan Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami Dahsyat dengan Ketinggian 20 Meter

by -1,950 views

METROPOLITAN.id – Gempa bumi hingga magnitudo 8,8 berpotensi mengguncang pesisir laut Pulau Jawa. Gempa ini disebut-sebut bisa mengakibatkan tsunami dahsyat setinggi 20 meter. Sebab, ada segmen-segmen megathrust di sepanjang Selatan Jawa.

Hal tersebut diungkapkan Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko saat temu media di Yogyakarta, (17/7)

“Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,5 hingga 8,8,” kata Widjo.

Dengan magnitudo cukup besar tersebut, gempa berpotensi memunculkan gelombang tsunami. Berdasarkan permodelan, gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman sekitar tiga hingga empat kilometer.

Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit usai terjadi gempa besar.

Menurut Widjo, jika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membutuhkan waktu lima menit sejak gempa untuk menyampaikan peringatan dini, maka masyarakat hanya memiliki waktu sekitar 25 menit untuk melakukan evakuasi atau tindakan antisipasi lain.

Sementara untuk daerah yang berpotensi terkena dampak gelombang tsunami tersebut cukup panjang yaitu dari Cilacap hingga ke Jawa Timur.

“Berdasarkan catatan, gempa besar di selatan Pulau Jawa yang menimbulkan gelombang tsunami pernah terjadi pada 1994 di Banyuwangi dengan magnitudo 7 dan pada 2006 yang menyebabkan tsunami di Pangandaran akibat gempa 6,8 SR,” ungkapnya.

Pada gempa 1994, tidak ada catatan terjadi tsunami di DIY. Akan tetapi pada 2006, ada catatan terjadi tsunami di selatan DIY namun jangkauannya tidak melebihi Gumuk Pasir di Parang Kusumo.

Meski demikian, Widjo menyebut pernah terjadi gempa megathrust di selatan Pulau Jawa dengan 9 SR berdasarkan penelitian yang dilakukan.

“Umur radioaktif dari unsur-unsur yang kami temukan di Lebak Banten dan Bali memiliki umur yang sama. Artinya, pernah ada tsunami di selatan Jawa yang disebabkan gempa dengan magnitudo besar,” terang Widjo.

Sementara itu, Supervisor Pusat Gempa Regional VII BMKG DIY, Nugroho Budi Wibowo mengatakan, BMKG akan mengeluarkan peringatan dini terjadi tsunami usai gempa besar. Peringatan dini disampaikan dalam empat tahap.

Peringatan dini pertama berisi informasi awal berisi parameter gempa. Lanjut ke peringatan dini kedua yang sudah dilengkapi dengan estimasi waktu tiba tsunami sesuai permodelan yang dilakukan. Biasanya, peringatan dini kedua disampaikan dalam waktu kurang dari 10 menit usai gempa atau tergantung ‘update’ sinyal yang masuk ke sistem.

Untuk peringatan dini ketiga, disampaikan dalam waktu hingga 60 menit sejak gempa. Sementata peringatan dini keempat digunakan untuk mengakhiri informasi yang disampaikan ke masyarakat.

Berdasarkan pemantauan kejadian gempa di selatan Jawa khususnya di Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat, Budi mengatakan jumlah gempa dengan magnitudo kurang dari 5 terjadi sebanyak 15-30 kali setiap bulan.

“Kami memang hanya memantau gempa hingga 5 SR. Gempa dengan magnitudo lebih besar menjadi tanggung jawab Pusat Gempa Nasional. Jumlah kejadiannya pun masih normal. Tidak ada anomali aktivitas gempa di selatan Jawa dalam beberapa bulan terakhir,” katanya. (ant/fin)