Penglihatan tak Jadi Halangan Kasyfi Berprestasi

by -
TUNJUKKAN: Kasyfi Kalyasyena tengah menunjukkan kebolehannya bermain piano.

METROPOLITAN – Seorang pianis sekaligus saksofonis muda asal Indonesia memenangkan kejuaraan piano bergengsi di Amerika Serikat. Bahkan, penampilannya disaksikan Ibu Negara AS Melania Trump. Kasyfi Kalyasyena dinobatkan sebagai salah satu dari lima pemenang Kompetisi Solois Muda Internasional VSA 2019, yakni program seni dan disabilitas Jean Kennedy Smith di John F Kennedy Center for Performing Arts, Washington, DC.

Remaja asal Garut itu men­jadi satu-satunya orang dari luar AS yang meraih juara tahun ini. Kebolehannya ber­main piano ditunjukkan di depan para juri di salah satu panggung seni bergengsi AS tersebut.

Kasyfi tampil bersama em­pat remaja AS dari Minne­sota, Georgia, New Jersey dan Washington, DC. Kepiawaian Kasyfi berpiano juga disaksi­kan Ibu Negara Amerika Se­rikat, Melania Trump, yang hadir di John F Kennedy Cen­ter. ”Malam yang sungguh menyenangkan di Kennedy Center! Terima kasih kepada para musisi muda yang be­gitu inspiratif dan telah ber­bagi kepiawaiannya kepada kami,” kata Melania Trump melalui akun Instagram-nya.

Dua hari sebelum tampil di depan ibu negara AS, Kasyfi beserta kedua orang tuanya diundang Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar, ke KBRI Washington, DC. Alunan piano bernuansa jazz yang dibawakan Kasyfi memanja­kan telinga Dubes Mahendra serta para pejabat dan staf KBRI Washington, DC. Saat itu ia memainkan piano untuk tiga lagu, Tik-tik Bunyi Hujan, Apuse dan How We Love dari album The Lost and Found karya Gretchen Parlato.

”Saya sangat menikmati ka­ryanya dan mendorong Ka­syfi yang masih muda ini untuk terus berkarya lebih besar dan lebih maju lagi, termasuk menjajaki dan me­nimba keahlian, pengeta­huan, ilmu dan juga penga­laman sebesar-besarnya di Amerika Serikat, yang tetap menjadi salah satu penjuru untuk berbagai bidang seni, termasuk yang ditekuninya,” ujar Mahendra.

Kasyfi mengaku memang sejak lama bercita-cita ikut lomba internasional. Kega­galan di kompetisi serupa sebelumnya tidak menghalangi Kasyfi untuk mencoba lagi di kesempatan berikutnya. ”Ng­gak nyangka banget. Awalnya nyari-nyari di internet. Be­gitu ada kesempatan, langsung kirim video dan audio. Alham­dulillah kepilih dan diundang (ke Washington, DC),” ucap Kasyfi yang masih 17 tahun itu.

Kendala dalam penglihatan tidak menghalangi kesung­guhan Kasyfi untuk terus mengasah talentanya di dunia seni. Mental juara itu diben­tuk melalui hobi dan kecin­taannya yang besar terhadap musik. Kasyfi pernah dianu­gerahi rekor MURI sebagai penghafal lagu terbanyak di usia termuda. ”Aku ingin nyari kesempatan buat seko­lah musik. Inginnya di luar negeri, supaya bisa berkiprah di dunia untuk nama baik Indonesia,” tutur Kasyfi.

Program Kompetisi Solois Muda Internasional yang diik­uti Kasyfi diadakan setiap tahun bagi musisi muda ber­kebutuhan khusus dari seluruh dunia. Pemenangnya menda­pat kesempatan tampil di gedung kesenian bergengsi, John F Kennedy Center for the Performing Arts di Wash­ington, DC, dan menerima hadiah sebesar dua ribu dolar AS. Program itu terbuka untuk pemusik tunggal maupun kelompok dari seluruh genre dan instrumen musik. (an/ mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *