Rp19,5 M Paket Proyek Pedestrian Dilelang

by -71 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meng­gelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 hanya untuk mempercantik pedestrian atau trotoar di beberapa titik di pusat kota. Tak kurang Dari Rp19,5 miliar, pemkot mesti merogoh kocek da­lam-dalam untuk memperbaiki pede­strian di empat titik.

Di antaranya pekerjaan la­njutan proyek pedestrian sebelah kiri Jalan Suryaken­cana, Jalan Jalak Harupat, lanjutan proyek Jalan MA Salmun dan Jalan Ir. H Dju­anda. Pekerjaan tersebut tengah dalam proses lelang di Unit Kegiatan Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Kota Bogor, padahal 2019 hanya tersisa kurang dari enam bu­lan lagi.

”Rinciannya (lanjutan) Sur­ken itu pagu-nya Rp15 miliar, Jalak Harupat itu Rp2,1 mi­liar, Jalan Djuanda pagu-nya Rp1,9 miliar, lalu proyek Jalan MA Salmun lanjutan itu ang­garannya Rp500 juta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, saat ditemui Metropolitan di Balai Kota, kemarin.

Ia mengaku berkas penga­juan proyek-proyek itu sudah masuk ke lelang dan tinggal menunggu pemenang. Me­skipun waktu yang tersisa tinggal lima bulanan, Chusnul mengklaim pekerjaan itu bisa rampung sebelum 2019 berakhir karena rata-rata pe­kerjaan menelan waktu seki­tar 120 hari kerja atau 3-4 bulan.

Untuk pekerjaan pedestrian, kata dia, semua murni dari APBD Kota Bogor 2019, ka­rena tak ada DAK untuk per­baikan trotoar tahun ini. Se­hingga pengawasan dan perhatian khusus diperlukan agar pekerjaan berjalan mak­simal, termasuk potensi gagal tender.

”Murni APBD semua. Sudah proses lelang, entah proses Unwizing atau apa tinggal pemenang. Pada KAK (Ke­rangka Acuan Kerja)-nya se­gitu waktunya, tergantung volumenya, uangnya dan pemenangnya,” paparnya.

Namun potensi mangkraknya rencana pekerjaan dan gagal tender pun masih bisa ter­jadi lantaran saat ini keempat proyek itu masih dalam pro­ses tahap evaluasi. Hingga kini penyedia jasa sudah melakukan penawaran nilai pekerjaan.

”Sedang proses, tahap eva­luasi. Sudah memasukan penawaran. Bisa bulan depan pelaksanaan? Tergantung proses evaluasi lulus atau ti­dak,” ujar Kasubbag Penga­daan Barang Jasa pada Unit Kegiatan Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Kota Bogor, Aryamehr Khomsa.

Ia mengaku belum menda­patkan update terkait hasil evaluasi dari kelompok kerja (pokja). Jika sudah final, ada laporan dari masing-masing pokja. ”Baru tahu mana yang selesai atau bisa saja ada yang tidak,” tuntas pria yang akrab disapa Amer itu. (ryn/c/yok/py)