Rumah Tuhan Kena Audit

by -5,588 views

METROPOLITAN – Kela­njutan revitalisasi Masjid Agung, Kecamatan Bogor Tengah, masih terus digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan menjadi sorotan. Namun, warga Kota Hujan nampaknya harus lebih sabar menunggu rampungnya ma­sjid yang sudah ada sejak 1970-an itu. Alokasi dana untuk menyicil kelanjutan pembangunan sebesar Rp15 miliar dari Anggaran Penda­patan Belanja Daerah (APBD) 2019 itu juga diprediksi ‘ng­anggur’.

Karena proyek hasil peker­jaan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) tahun lalu itu, kini tengah di­garap Komite Keselamatan Bangunan Gedung pada Ke­menterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Ke­menPUPera). Pemkot keukeuh melakukan audit konstruksi sebelum melanjutkan pembangunan. Meskipun ha­rus merelakan dana yang di­alokasikan tidak terserap se­suai perencanaan awal tahun.

“Pak wali meminta pendapat kami sebelum (pembangunan dilanjutkan, red), dari hasil peninjauan hari ini nanti ada kajian yang di ujungnya ada rekomendasi, layak atau tidak untuk dilanjutkan, ada peru­bahan atau tidak. Ini hasil pembangunan yang sekarang kan sudah lama, takutnya terjadi sesuatu kalau tidak dicek dulu sebelum membangun,” kata anggota Komite Keselamatan Bangu­nan dan Gedung pada Ke­menPUPera, Jimmy Siswanto, saat ditemui pasca- meninjau lokasi proyek Masjid Agung, kemarin.

Ia menjelaskan, beberapa poin yang menjadi perhatian setelah mengelilingi hasil pembangunan, lebih pada konstruksi teknis, seperti kom­ponen pelat, kolom hingga kemungkinan adanya pere­mahan. Pihaknya juga meng­kaji data sekunder soal doku­men perencanaan, pembangu­nan dan data lainnya. “Kita kaji secara komprehensif. Ya inginnya dipertahankan dengan perbaikan lah atau penyesuaian baik fungsi atau fisik dan sebagainya,” terangnya. ­

Sementara itu, Ketua Tim Audit, Iswandi, mengatakan, untuk melakukan kajian audit konstruksi Masjid Agung ini bakal menelan waktu minimal satu bulan. Cukup lama ka­rena harus mengkaji dan identifikasi dokumen peren­canaan dan pelaksanaan, termasuk perhitungan gambar rencana detail, sembari me­minta pemkot melihat keda­laman kualitas konstruksi. “Apakah tulangnya sesuai atau tidak. Ya sebulan lah, kita pe­lajari itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menuturkan, pihaknya bakal menunggu rekomen­dasi dari kementerian sebelum memutuskan kelanjutan proyek masjid yang pernah mangkrak medio Maret 2017. Ia juga pesimis jika kelanjutan konstruksi bisa dilaksanakan pada tahun anggaran 2019. Sebab, setelah audit kon­struksi rampung, Dinas Pe­kerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) punya Peker­jaan Rumah (PR) untuk mela­kukan redesain setelah kelu­arnya rekomendasi.

“Dari sisi waktu, kelihatannya kita tak bisa lanjutkan kon­struksi atau tender saat ini. Setelah ada evaluasi, ada re­desain dulu, lalu rebujeting. Bujet yang ada sekarang kita tahan dulu, bisa alokasi ke lain­nya di (APBD) perubahan. Yang penting keselamatan umat dulu, bangunan masjid sejati­nya harus lebih kokoh dari bangunan lainnya. Kita harap di awal tahun bisa mulai,” tun­tas Dedie. (ryn/c/yok/py)