Sempat Menginap di Indekos di Bogor

by -2.5K views

METROPOLITAN – Polisi belum berhasil mengungkap misteri kematian AUS (22) yamg ditemukan tewas di tepi sawah, Jalan Sarasa, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kepergian AUS dengan cara tak wajar membuat sejumlah teman semasa kuliah tak percaya. Hal itu juga dirasakan Ines Mandala Sari, teman kuliah semasa menempuh pendidikan D3 di IPB. Ines jugalah teman yang terakhir bersama alamarhumah Amelia, pada Sabtu (20/7) hingga Minggu (21/7).

“Dia (AUS) hari Sabtu berangkat ke Cianjur, sampai Bogor habis Magrib kita janjian di Botani Square sempat jalan-jalan ke tempat nongkrong sampai jam 22.00 WIB kita nunggu teman namanya Weky di restoran cepat saji,” kata Ines, Jumat (26/7/2019).

Di mata Ines, AUS (sapaan akrab korban) adalah sosok sama seperti yang dikenalnya semasa kuliah pada tahun 2015-2016 silam. Meski hanya satu tahun bersama, Ines merasa sudah benar-benar dekat dengan Amel karena sikapnya yang ramah.

“Saya setahun kenal 2015 masuk kuliah, 2016-nya keluar, saya pulang kampung. Komunikasi saat itu masih terjalin meskipun hanya saling komen foto atau saling DM (DirectMessage) aja. Dia masih AUS yang ceria, ramah enggak ada yang berubah. Dia juga tidak suka menceritakan sesuatu kalau lagi punya masalah,” ucap Ines.

Kembali ke cerita saat hari terakhir bersama Amel, pada Minggu dini hari mereka menginap di indekos Diah daerah Bogor. Paginya mereka berangkat ke Jakarta dengan tujuan bermain di area Car Free Day (CFD).

“Tujuan kita CFD Sudirman sampai sana sekitar jam 9.30 WIB, kita jalan-jalan CFD-an. Setelah dari sana kami pergi ke Bekasi sekitar jam 12.30 WIB, saya jemput adik saya setelah itu kita bareng-bareng pulang ke Bogor naik kereta sampai Bogor jam 17.00 WIB. Kami sempat makan bareng, kata almarhum (AUS) mengenang masa-masa kuliah makan nasi padang sampai habis Magrib,” ucapnya.

Usai makan mereka kembali ke kosan Diah. Saat itu Ines dan Diah sempat memaksa untuk ikut mengantar AUS hingga mendapat kendaraan umum ke Cianjur. “Dia kan begitu enggak mau bikin orang lain repot, beberapa kali dia bilang, mau ngapain, AUS bisa sendiri, enggak usah diantar-antar, AUS bisa sendiri,” kenang Ines seraya kembali menjelaskan karakter AUS yang memang seperti itu.

Tidak lama setelah tiba di Botani, Amel sempat berpamitan untuk melihat angkutan menuju Cianjur. Namun saat itu dia mengatakan kendaraan umumnya sudah berangkat.

“Kata dia kalau menunggu mobil berikutnya pasti lama, akhirnya dia bilang mau naik dari Ciawi. Karena saat itu kami merasa sudah biasa, tidak ada rasa khawatir karena menurut Diah juga begitu kalau mobilnya enggak ada dia ngejar kendaraan menuju Cianjur dari Ciawi,” kata Ines.

Mereka saat itu berpisah, Ines tidak ada firasat sahabatnya itu berpamitan untuk yang terakhir kalinya. “Enggak ada firasat apa-apa, saya sempat kirim foto-foto pas di CFD saat itu dia baca tapi enggak dibalas sekitar pukul 21.12 WIB. Saya kirim pesan lagi nanya Amel sudah sampai, tapi tidak direspons pesan pun tidak dibaca sampai saya tidur dan besoknya dapat kabar itu,” ujarnya.

Selain Ines, malam saat AUS dalam perjalanan pulang ke Cianjur dia juga diketahui berkirim pesan dengan pacarnya. Amel mengirimkan foto dashboard mobil yang dia naiki. “Dia kirim foto dashboard mobil ke pacarnya. Oleh pacarnya foto itu juga dikirim ke teman-teman yang lain termasuk ke saya,” lirih Ines.

Ines berharap misteri tewasnya AUS segera diungkap kepolisian. “Enggak ada firasat bakalan kejadian seperti itu, semoga pelaku cepat tertangkap supaya almarhum bisa tenang. Dia baik sekali, sampai kejadiannya seperti itu saya tidak percaya,” ucapnya. (de/feb)