Sudah Sepuluh Hari Harga Cabai Makin ‘Pedas’

by -14 views

METROPOLITAN – Keke­ringan yang melanda seba­gian besar wilayah di Indo­nesia, rupanya berdampak naiknya harga komoditi kebutuhan bahan pokok (sembako) di Kota Bogor. Komoditi paling dicari ma­syarakat yakni cabai berba­gai jenis mengalami kenaikan rata-rata 100 persen.

Dari data Pasar Unit Jambu Dua, berbagai jenis cabai mengalami kenaikan rata-rata 100 persen. Di antaranya cabai merah yang sedianya di kisaran Rp30.000 per kilo­gram menjadi Rp60.000 per kilogram. Lalu, cabai keriting dari Rp36.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, cabai jablay dari Rp40.000 naik ke angka Rp60.000 per kilogram.

Sedangkan cabai rawit hijau menjadi komoditi dengan lonjakan tertinggi, lebih dua kali lipat, dari semula Rp24.000 menjadi Rp60.000 per kilogram dan cabai hijau naik dari Rp24.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.

Kepala Unit Pasar Jambu Dua, Andrian Hikmatullah, mengatakan, kenaikan ter­sebut sudah terjadi sejak seminggu hingga sepuluh hari terakhir. Faktor cuaca kekeringan di lahan perta­nian ditengarai menjadi penyebabnya.

”Sudah sepuluh hari lah. Kita kan dapat dari Pasar TU yang dipasok dari berbagai wilayah. Seperti Banyuwangi, Jawa Timur dan lain-lain. Jadi, lonjakan harga juga su­dah terjadi di tingkat petani atau produsen,” katanya. Da­lam satu hari, komoditas ca­bai yang masuk ke Pasar Jambu Dua kurang lebih dua kuintal per pedagang. Itu be­lum ditambah PKL di luar gedung atau sekitar pasar. ”Faktor cuaca kemarau ini. Pasokan ke pengepul lebih minim. Tapi stok di kita aman, tidak ada yang ditimbun, cuma harganya makin pedas,” jelas pria yang karib disapa Ende itu.

Rupanya harga cabai yang makin ’pedas’ di musim ke­marau ini tak hanya terjadi di Pasar Jambu Dua. Pasar Gunungbatu yang 40 persen di antaranya pedagang sem­bako juga mengeluhkan harga cabai yang stabil di angka tinggi.

”Semua rata-rata Rp60.000 per kilogram. Berbagai jenis cabai. Cabai hijau malah dari Rp24.000 naik jadi Rp80.000 per kilogram. Ma­lah ini terjadi sejak awal Syawal atau setelah Lebaran. Sebulan lah, pasokan yang agaknya berkurang,” kata pedagang cabai Pasar Gunungbatu, Edoh.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perda­gangan (Disperindag) Kota Bogor, Tedy, mengatakan, lonjakan harga sudah ter­jadi sejak sebulan lalu lan­taran jumlah pasokan yang masuk ke Kota Bogor men­galami penurunan. Namun belum ada agenda pihaknya melakukan operasi pasar. Sebab, operasi pasar biasa dilakukan Kementerian Per­dagangan (Kemendag) atau Pemerintah Provinsi (Pem­prov) Jawa Barat.

”Mudah-mudahan minggu ini klimaks, lalu turun dan normal lagi. Harga naik ka­rena pasokan turun. Belum akan OP (Operasi Pasar, red), biasanya kemendag atau provinsi,” tuntasnya. (ryn/c/yok/py)

9