Sukses Pecundangi Denmark

by -7 views

METROPOLITAN – Jonatan Christie selalu menjadi pujaan penonton, terutama kaum Hawa. Fenomena itu kembali terulang pada perhelatan Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta. Jojo berhasil mengalahkan wakil Denmark, Rasmus Gemke, kemarin.

Sebenarnya pada pertanding­an babak pertama, Jojo menda­pat perlawanan sengit dari Rasmus Gemke. Jonatan mengaku berusaha meram­pungkan pertandingan dalam dua gim agar tenaganya tak terkuras.

”Yang membuat saya lebih tenang karena dalam dua gim tadi sudah menghabiskan 58 menit. Itu yang tidak mau saya sia-siakan. Kalau sampai rub­ber game alias tiga gim, saya akan menghabiskan energi yang lebih banyak,” kata Jojo setelah bertanding.

”Rasmus juga akan lebih percaya diri jika mengambil gim kedua. Itu yang saya antisipasi. Jadi mau tak mau saya harus me­rebut gim kedua,” sambungnya.

Pada babak kedua Indonesia Open 2019, Jojo akan men­ghadapi wakil Denmark lainnya, Hans-Kristian Solberg Vitting­hus. Sebelumnya, kedua tung­gal putra belum pernah ber­temu.

”Saya akan bertemu Vittinghu. Ini pertemuan pertama bagi kami. Mungkin yang berbeda dari Rasmus dan Vittinghus, pastinya Vittinghus lebih ber­pengalaman,” tutur Jojo.

”Kalau tadi Rasmus lebih ba­nyak melakukan kesalahan, mungkin Vittinghus tak akan bermain demikian. Dia mun­gkin akan lebih ulet lagi. Per­tahanan lebih rapat lagi. Itu yang perlu diwaspadai,” ujar Jonatan.

Di lain hal, setelah mengakhi­ri gim dengan skor 21-17 dan 24-22, teriakan histeris datang dari penonton. Sorak sorai da­tang saat tunggal putra andalan Indonesia tersebut keluar dari ruangan konferensi pers.

Dibatasi pagar, pemain yang akrab disapa Jojo itu meladeni permintaan swatofo dari be­berapa penonton yang setia menunggunya di luar ruangan konferensi pers. Seorang penon­ton Indonesia Open 2019 tak bisa menyembunyikan keka­gumannya terhadap Jojo. ”Gan­teng banget Jojo, demi Allah,” kata seorang penonton di Is­tora.

Hanya saja, Jojo tidak dapat memenuhi harapan satu per satu penonton yang ingin bers­wafoto dengannya. Setelah kelelahan usai bertanding se­lama hampir satu jam, pebu­lutangkis berusia 21 tahun itu memilih langsung ke ruang ganti. (bol/rez/run)