Tak Ada Cinta di Rumah Tangga Ani (Habis)

by -61 views

Dan waktu ijab kabul , Ani tidak ada senyumnya layaknya calon pengantin pada umum­nya, Ani dengan mata bengkak akibat menangis semalaman terpaksa melewati prosesi pernikahannya.

Sudah beribu kali menjelaskan pada suaminya, semasa mereka ma­sih berteman ( bukan pacaran ) , su­dah beribu alasan dikatakan kepada suaminya dan sudah berjuta kalimat pedas yang tidak mengenakkan hati sengaja diberikan kepada Anto. Tapi tetap saja, itu tidak mengurungkan niat Anto.

Dengan berbagai cara, dengan se­gala upaya sudah dilakukan hanya untuk menghindari Anto. Tidak juga berhasil dan tidak mematahkan se­mangat dan rasa cinta sepihak yang luar biasa besarnya dari Anto ke Ani. Bahkan Ani rela berhenti bekerja dan pulang ke kampung.

Sekarang, sudah 6 bulan lebih, me­reka melewati kehidupan berumah tangga. Selama itu jugalah, menurut Ani, kehidupannya kosong dan tidak ada arti. Terjebak dalam kehidupan yang tidak diinginkannya. Tidak per­nah ada percakapan yang berarti antara suami istri baru itu, tidak per­nah ngobrol, tidak pernah makan bareng, yang ada hanya dingin, datar dan tidak ada keindahan seperti kelu­arga baru lainnya. Dan , untuk urusan malam pertama atau malam – malam lainnya, tidak ada. Iya.. tidak ada hu­bungan intim suami istri yang terjadi. Sampai sekarang ini.

Anto, sang suami, rela berkorban segalanya, sanggup menghadapi dan hidup bersama dengan wanita yang tidak mencintainya. Dia rela menung­gu segalanya, menunggu kesiapan dari sang istri, menunggu cintanya, menunggu, dan sabar menunggu. Dia bahkan pernah berujar, akan mem­buat sang istri jatuh cinta kepadanya, dan yakin hari itu akan tiba.

Dengan tekadnya yang bulat, dengan rasa cintanya yang tinggi dan nekat, Anto membawa orangtuanya datang secara tiba-tiba kerumah Ani untuk melamar. Dan keluarga Ani yang tidak tahu secara pasti kehidupan cinta sang anak, merestui itu semua. Baru belakangan ini, mereka tau kenya­taan hidup yang dilewati Ani. Tidak ada cinta, tidak ada rasa. Itu karena hanya karena keluarga Ani memen­tingkan budaya kuno, mementingkan nama baik dan aib keluarga.(*)

*Cerita ini pernah dilansir di halaman kompasiana.