”Termahal” Arsenal Bukan Lelucon

by -

METROPOLITAN – EUR 6,7 juta atau setara Rp 104,4 miliar adalah nominal yang kecil bagi klub top untuk membeli pemain baru. Namun, angka tersebut masuk kategori mahal bagi pemain yang belum pernah mencicipi permainan di level senior. Itulah yang dilakukan Arsenal di bursa transfer musim panas tahun ini. The Gunners tak hanya menjadikan Gabriel Martinelli sebagai rekrutan pertamanya pada musim 2019–2020.

Striker yang dibeli dari klub Brasil, Ituano, itu sekaligus masih tercatat sebagai pemain akademi termahal musim panas ini hingga kemarin WIB (28/7). Awalnya, Arsenal dianggap membuat lelucon saat merekrut Martinelli yang notabene hanya berkiprah di kompetisi negara bagian (Campeonato Paulista di Sao Paulo).

Bukan di kompetisi kasta teratas di Brasil (Cam peonato Brasileiro Serie A). Apalagi, striker 18 tahun tersebut sempat ”tinggi’’ karena mengklaim gaya permainannya seperti Cristiano Ronaldo. ”Saya melihat Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar Jr sebagai pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan dan mendedikasikan diri mereka untuk seluruh pertandingan,” ucap Martinelli, seperti dilansir Football London.

Namun, setelah Martinelli menjalani debut bersama Arsenal, bualan atau lelucon itu menghilang. Itu terjadi setelah Martinelli sukses mempersembahkan gol untuk The Gunners dalam kemenangan 3-0 atas klub MLS, Colorado Rapids, pada 16 Juli lalu. ’’Adaptasi permainan yang cepat darinya (Martinelli, Red),” puji tactician Arsenal Unai Emery di laman resmi klub.

Atas dasar itu, Emery mungkin perlu mempertimbangkan lagi upaya untuk mengejar winger Crystal Palace Wilfried Zaha maupun Nicolas Pepe (Lille) yang harganya sepuluh kali lipat lebih mahal ketimbang Martinelli. ’’Kami punya komitmen besar untuk pemain muda. Kami akan memberi Martinelli peluang jika dia layak mendapatkannya,” tutur Emery. (io/c18/dns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *