Tiga Mata Air Pasiripis tak Dikelola Pemda

by -20 views

SUKABUMI – Warga Kam­pung Pasiripis, Desa Sagar­anten, Kecamatan Sagaran­ten, menyayangkan belum tergalinya sumber mata air di wilayah tersebut. Padahal, sumber mata air yang jadi andalan warga sejak 1980 itu memiliki air berlimpah.

“Sejak Gunung Kemuning longsor, ini membawa hik­mah. Warga tidak kesusahan air di musim kemarau walau­pun agak jauh dari permu­kiman,” ungkap Suryana.

Sedikitnya ada tiga titik sumber air bersih yang me­limpah dan layak dikon­sumsi serta bisa dioptimal­kan untuk menambah penda­patan desa. ”Diperkirakan mata air ini mengeluarkan air 15 liter per detik. Warga setempat hanya mampu mengambilnya dengan galon plastik dengan jumlah ter­batas,” kata Suryana.

Menurut Suryana, air yang digunakan warga Kampung Pasiripis di ke-RT-an 08, 10, dan 11 itu dipakai warga se­tiap hari. Sebab mulai Sub­uh hingga Magrib tidak per­nah kering. “Untuk menuju tiga titik mata air ini lumayan jauh, diperkirakan menem­puh jarak sekitar 300 meter dari kawasan permukiman,” tuturnya.

Selama ini warga mengam­bil air hanya menggunakan galon untuk langsung dikon­sumsi sendiri. Belum diman­faatkan secama optimal dan tebuang karena letaknya lu­mayan cukup jauh. ”Kami berharap pemerintahan desa maupun Kabupaten Suka­bumi dapat mengembangkan dan menata potensi sumber mata air bersih ini untuk ke­perluan warga. Atau juga bisa dikelola sehingga mam­pu menambah pendapatan desa,” harapnya. (den/ade/feb/run)