Tiket LCC Domestik Harus Turun

by -45 views

JAKARTA – Maskapai penerbangan berbiaya murah atau low-cost carrier (LCC) diimbau segera menurunkan harga tiket domestik. Sebab, pemerintah telah meminta penurunan harga tiket, khususnya untuk pener bangan pada jam-jam dan des ti nasi tertentu. Meski penentuan mengenai des_tinasi dan jam penerbangan yang tarifnya akan diturunkan adalah murni ke putusan maskapai pe-ner bangan, pemerintah tetap menagih janji tersebut.’’Ya, kita lihat saja Senin (hari ini, Red),’’ kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution pekan lalu.

Dia mengungkapkan bahwa ada maskapai pe ner-bangan yang sudah menurunkan harga tiket. Namun, jika sampai hari ini ada maskapai pener-ban gan yang sama sekali belum menurunkan harga tiket, pe me-rintah akan memperingatkan mas kapai tersebut. Menurut Dar-min, pemerintah hanya bakal me lakukan pengecekan kepada mas kapai penerbangan. ’’Yang mengumumkan itu ya maskapai. Kami periksa saja mereka comply enggak,’’ ujarnya.

Jika ada maskapai yang tidak comply, pe me rintah akan memberi peringatan.Sebelumnya, Corporate Com-mu nications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihan-toro menyatakan bahwa pihaknya siap menerapkan harga baru untuk beberapa rute domestik. ’’Ini komitmen Lion Air,’’ tegasnya.Perubahan harga itu berbentuk tiket promo potongan hingga 50 persen di bawah tarif batas atas (TBA). Tarif promo tersebut bakal diterapkan pada waktu atau jam-jam keberangkatan dan kondisi tertentu.

Di sisi lain, Darmin menuturkan bahwa rencana pemberian in-sentif pajak kepada maskapai penerbangan sudah diteken pe merintah. ’’Tinggal diun dang-kan,’’ tuturnya. Rencananya, in sentif itu berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) sewa pesawat. Aturan yang di-revisi adalah Peraturan Pemerin-tah (PP) Nomor 69 Tahun 2015 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu dan Pe-nyerahan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut PPN.PPN sewa pesawat yang di-hapuskan itu diharapkan mam-pu menekan pengeluaran mas-ka pai penerbangan.

Sebab, di negara-negara lain, persewaan pesawat biasanya tidak dikenai pajak. Jadi, praktik penyewaan pesawat dari maskapai pener-bangan di Indonesia nanti sama dengan yang diterapkan negara-negara lain. Maskapai pun me-nyambut baik rencana pem be-basan pajak tersebut. ’’Sangat membantu. Alhamdulillah,’’ tutur CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan. (rin/tau/c14/oki)