Trem Siap Meluncur di Kota Hujan

by -22 views

METROPOLITAN – Pasca-menen­tukan rekomendasi titik pember­hentian Lintas Rel Terpadu (LRT) ke Terminal Baranangsiang, Pe­merintah Kota (Pemkot) Bo­gor langsung menjatuhkan pilihan dengan menyetujui pengadaan trem untuk me­nampung penumpang LRT. Semua ini berdasarkan kajian pemkot dengan Badan Peng­elola Transportasi Jabodeta­bek (BPTJ), Senin (15/7).

Wakil Wali Kota Bogor, De­die A Rachim, mengatakan, selain pembahasan dari in­ternal pemerintahan, pemi­lihan trem juga berdasarkan rekomendasi dari kunjungan salah satu perusahaan asal Prancis, beberapa waktu lalu. ”Mereka menilai trem sangat cocok digunakan sebagai moda transportasi penunjang LRT,” kata Dedie saat ditemui wartawan koran ini, kemarin.

Dedie menjelaskan, pemi­lihan trem dinilai lebih murah dibandingkan monorel. Sebab, pemerintah pusat siap mem­berikan hibah 24 gerbong trem ke Kota Bogor. Tak hanya itu, Pemerintah Belanda juga digadang-gadang siap mem­berikan rolling stock. “Selain lebih murah, trem sangat co­cok digunakan di jalanan pusat Kota Bogor,” ujarnya.

Ia pun berencana membangun delapan stasiun trem pada 2020. Pihaknya juga menargetkan pembangu­nan moda transportasi anyar ini bisa rampung berbarengan dengan program LRT. “Sta­siun trem akan ditaruh di Stasiun Suryakencana, BTM, Paledang, Alun-Alun Bogor, Sempur, Lippo, PMI, baru balik lagi ke Terminal Ba­ranangsiang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, menga­ku memiliki grand desain soal transportasi angkutan massal di Jabodetabek. Ting­ginya masyarakat yang meng­gunakan kendaraan pribadi, menjadi alasan perlu adanya peningkatan kualitas angku­tan umum demi meningkat­kan minat masyarakat meng­gunakan angkutan massal. “BPTJ punya program besar soal transportasi angkutan massal di Jabodetabek. Ter­lebih soal LRT ke Bogor tentu akan kami pantau dan awasi,” tegasnya.

Bambang mengakui presiden RI yang berdomisili di Kota Hujan menjadikan kota ini betul-betul dalam pengawa­sannya. Sebab, ia ingin memunculkan imej positif dampak adanya orang nomor satu di kota ini. Selain itu, pihaknya juga akan coba men­sinergikan semua kebijakan transportasi yang ada.

“Kami ingin adanya pak pre­siden di Kota Bogor punya dampak positif, khususnya soal angkutan massal. Ini semua harus kita tata, jangan sampai penumpang turun dari LRT bingung harus ke mana. Jadi, kita harus sinergikan sistem jaringan transportasinya,” tutup­nya. (ogi/c/yok/py)