Warga Antusias Gelar Salat Gerhana

by -11 views

METROPOLITAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota dan Kabupaten Bogor menyikapi fenomena alam Gerhana Bulan sebagian yang menghiasi alam Indonesia. Fenomena alam itu berlangsung pada pagi hari tadi. Menurut Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa bin Nuh, fenomena itu sangat jarang terjadi. Untuk itu, umat muslim disarankan menjalankan salat sunat Gerhana Bulan. “Sangat disarankan karena sunah yang bagus,” katanya saat dihubungi Metropolitan, ke­marin.­

Meski demikian, lanjut Kiai Toto, pihaknya tidak mengelu­arkan imbauan kepada umat muslim di Kota Bogor untuk menjalankan salah sunat itu secara berjamaah. “Tidak ada imbauan. Hanya jika menja­lankan salat sunah ini man­faatnya baik. Karena jarang semakin bagus,” ucapnya. “Beribadahnya untuk keri­daan Allah SWT dan atas sei­zinnya. Bukan karena beriba­dah untuk duniawi,” sambung­nya. Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji menyarankan agar umat muslim dan masjid-masjid yang melaksanakan salat sunat agar melaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Im­bauan secara berjamaah tidak ada. Hanya kita menyarankan (dilaksanakan, red),” katanya.

Sekadar diketahui, Gerhana Bulan sebagian atau parsial itu berlangsung pada pagi hari tadi. Fenomena alam itu terjadi tepatnya sejak pukul 03:02-05:59 WIB. Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin.Menurutnya, awal gerhana bisa dilihat di seluruh Indonesia. Sementara akhir gerhana bulan hanya bisa diamati di Jawa bagian barat dan Sumatera. “Di seba­gian besar wilayah Indonesia bulan terbenam sebelum akhir gerhana. Puncak gerhana pu­kul 04:30 WIB jelang sSubuh di Jakarta,” jelasnya.

Menurut Thomas, salat ger­hana mulai pukul 03:30 WIB. “Agar bisa menyambung ke salat Subuh (jamaah tidak pu­lang dulu, red),” imbuhnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan Rorom Priyatikanto menuturkan, fe­nomena alam itu dapat disak­sikan secara langsung dengan kasat mata. “Bisa dilihat dengan kasat mata, tetapi akan lebih baik jika menggunakan teleskop maupun kamera. Selain itu dapat disaksikan di mana saja,” katanya.

Ia menjelaskan, Gerhana Bu­lan sebagian merupakan pe­ristiwa ketika cahaya Mata­hari terhalangi Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Di Indonesia, fenome­na itu akan terlihat selama beberapa jam.

Ia menambahkan, Gerhana Bulan sebagian dapat disaksi­kan, terutama pada Indonesia bagian barat seperti Jakarta dan Medan. Sedangkan pada In­donesia bagian Timur, hanya dapat dilihat di Makassar, Su­lawesi Selatan. “Tak ada yang khusus, karena mengamati Gerhana Bulan sama dengan mengamati purnama,” ung­kapnya. (lip/mul/c/rez/run)

7