Yamaha Depak Valentino Rossi

by -

METROPOLITAN – Valentino Rossi sudah tak dianggap lagi sebagai senjata Yamaha untuk meraih kemenangan. Performa yang tak konsisten menjadi salah satu faktor­nya. Apalagi jelang libur paruh musim kemarin, VR 46 terlihat tampil sangat kedodoran. Bahkan di seri terakhir (MotoGP Jerman) kema­rin, Rossi terlihat tak ada kemajuan berarti.

Direktur Motor Sport Yamaha untuk MotoGP, Lin Jarvis, akhirnya ungkap mengenai keberadaan Rossi untuk Ya­maha. Apa yang diungkap Lin Jarvis seolah menjadi kode keras bahwa Rossi tak bisa bertahan lebih lama lagi dengan Yamaha.

Walaupun bisa dikatakan bahwa hubungan Yamaha dengan Rossi bertahan sang­at lama. ”Pengganti Valentino Rossi sudah ada. Kami tidak akan mempertahankan Va­lentino Rossi untuk selanjut­nya,” kata Lin Jarvis.

Valentino Rossi sudah ber­sama Yamaha sejak 2004. Ke­mudian di 2011-2012, pebalap asal Italia itu sempat pindah menyicipi motor Ducati. Sayang, Valentino Rossi justru semakin menunjukkan performa buruk bersama Ducati.

Maka pada 2013 ia memu­tuskan kembali ke Yamaha, diikat kontrak hingga tahun depan. Selama itu, empat kali Juara Dunia MotoGP di­raih Valentino Rossi bersama Yamaha.

”Persaingan dengan pebalap muda. Tapi bukan berarti Rossi sudah tidak penting untuk kami. Rossi sudah mem­berikan banyak juara. Bisa saja Rossi akan jadi brand ambasador,” jelas Lin.

Yamaha sendiri sudah punya andalan pebalap muda, Ma­verick Vinales dan Fabio Quar­tararo. Maverick Vinales di­anggap sudah lebih baik di­banding Valentino Rossi pada dua seri terakhir.

Sedangkan Fabio Quarta­raro mampu tampil menge­jutkan beberapa seri sebelum­nya dengan menyikat pole position di babak kualifikasi. ”Semuanya berubah. Saya tidak bakalan lama di Yama­ha. Termasuk presiden Ya­maha yang bisa saja diganti,” ujar Lin.

Sebelumnya, Valentino Rossi sempat merasa dirinya sudah terlalu tua akibat tak pernah menang pada balapan MotoGP. Kiprah VR 46 di ba­lap MotoGP 2019 tampaknya masih sulit. Valentino Rossi belum meraih podium juara di MotoGP tahun ini.

Selain beberapa kali terlibat insiden kecelakaan, performa motor miliknya diklaim masih ada masalah. Podium terakhir yang diraih pebalap asal Ita­lia itu terjadi di MotoGP Be­landa pada 2017 lalu. Dan sampai saat ini Rossi sudah melewati 37 kali balapan tanpa kemenangan.

Namun demikian, Rossi mengakui masih kompetitif dan siap bersaing dengan Marc Marquez. Valentino Rossi ber­tekad tampil maksimal untuk meraih gelar juara dunia Mo­toGP 2019. Kendati sulit, namun dirinya mengakui MotoGP 2019 masih panjang.

”Kesulitan menang memang tidak saya sukai, tapi hal itu pernah saya alami dalam ka­rir saya, tapi akhirnya saya mampu bersaing. Kemun­gkinan saya tidak bisa menang lagi, tapi saya akan baik-baik saja walaupun 89 kali tanpa kemenangan. Sekali lagi saya tidak akan pernah menyerah,” kata VR.

Valentino Rossi mengakui kesulitan dirinya tak pernah menang karena faktor usia. Dirinya mengaku sempat kesulitan bersaing dengan pebalap lainnya. ”Tahun lalu usia saya bertambah, dan saat ini usia saya semakin tua. Tapi saya sama sekali tidak berpikir untuk menyerah. Saya tetap fokus dan tetap termo­tivasi untuk menghadapi ba­lapan,” ucapnya.

Rossi menambahkan, jika saja usianya masih sama dengan Marc Marquez, maka dirinya akan tampil maksimal. Tapi Rossi menyadari usianya sudah terpaut jauh dari rival di MotoGP. (tib/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *