2020 DAK tak Jelas

by -
ADE SARIP HIDAYAT, Ketua (TAPD) Kota Bogor

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor me­nargetkan dana pe­rimbangan menyen­tuh angka Rp935.905.526.000 pada 2020. Angka itu tertuang dalam Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan DPRD Kota Bogor terkait Ke­bijakan Umum Anggaran (KUA).

Dalam tabel 4.1 hal 48 KUA Kota Bogor, dana perimbangan senilai Rp935.905.526.000 berasal dari tiga sum­ber. Bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak sebesar Rp96.957.077.000, Dana Alokasi Umum ( D A U ) Rp838.948.449.000, sementara Dana Alokasi Khu­sus (DAK) belum dapat dipastikan.

Tidak adanya target DAK yang dijabarkan dalam KUA Kota Bogor 2020, tentu patut dipertanyakan. Sebab, dalam PP Nomor 55 Tahun 2005 ten­tang Dana Perimbangan Pa­sal 60 ayat 1 dijelaskan, dae­rah penerima DAK wajib mencantumkan alokasi dan penggunaan DAK dalam APBD.

Ketua Tim Anggaran Pemerin­tah Daerah (TAPD) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, mengaku sengaja tidak mencantumkan target DAK pada dana pe­rimbangan tersebut. “DAK itu kewenangannya bukan di kita, karena sifatnya tidak pasti,” katanya saat dikonfir­masi Metropolitan, kemarin. Meski begitu, pria yang juga menjabat Sekretariat Daerah Kota Bogor itu mengaku ham­pir setiap tahun DAK Kota Bogor mengalami kenaikan.

Namun, ia tidak berani me­masang target terkait besaran DAK. “Kami bisa mempre­diksi tahun depan berapa DAK yang akan kita terima pada 2020,” tuturnya.

Sekadar diketahui, jika meng­acu pada laporan realisasi APBD tahun anggaran 2018, DAK Kota Bogor mencapai Rp191.716.940.000. Dengan realisasi penggunaan angga­ran sebesar Rp179.875.196.265 atau sekitar 93,82 persen penyerapan, dengan sisa ang­garan sebesar Rp11.841.749.735. (ogi/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *