50 Dewan Terpilih Tinggal Disumpah

by -63 views

METROPOLITAN – Setelah menunggu penetapan putusan Mahkamah Kon­stitusi (MK) cukup lama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor akhir­nya menetapkan 50 calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Bogor terpilih periode 2019-2024 di ruang paripurna gedung DPRD, Kecamatan Tanahsa­real, kemarin. Penyerahan Surat Keputusan (SK) sesuai rapat pleno terbuka juga menetapkan perolehan kursi partai anggota DPRD Kota Bogor.

Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin, mengatakan, rapat pleno terbuka dilaksanakan berdasarkan surat edaran KPU RI pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dibacakan menolak keseluruhan dari pe­mohon, Kamis (8/8).

KPU RI memerintahkan KPU kota/kabupaten untuk melaksanakan penetapan, paling lambat lima hari setelah putusan dibacakan MK. Untuk Kota Bogor, kema­rin merupakan hari terakhir penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih.

Pada komposisi caleg terpilih lima tahun ke depan, porsinya sama besar antara anggota dewan petahana dengan ang­gota dewan ‘wajah baru’ yakni 50-50 persen. Untuk muka lama ada 25 orang yang duduk kembali di kursi ‘dewan yang terhormat’. Jumlah yang sama, ada 25 anggota dewan anyar yang mampu mengungguli ratusan caleg se-Kota Bogor dalam pemilu lalu.

“Perbandingannya sama banyak. Keterwakilan perem­puan di parlemen Kota Hujan juga meningkat dari 2014 sebesar 5 persen. Saat itu ha­nya 17 persen, periode ini bisa mencapai 22 persen atau 11 kursi. Ini tentu sesuatu yang bagus,” ungkapnya.

Ia mencermati banyaknya petinggi partai politik yang berhasil duduk di kursi legis­latif Kota Hujan. Tak kurang ada enam ketua dan empat sekretaris partai yang kini menghiasi parlemen. Sedang­kan suara terbanyak direbut politisi PKS dapil Bogor Barat, Dody Hikmawan, dengan 7.000-an suara.

“Ada enam ketua partai tingkat kota. Em­pat sekjen tingkat kota masuk juga. Mudah-mudahan mem­perkuat barisan parlemen Kota Bogor. Koordinasi struk­tural partai dan parlemen akan makin nyambung,” katanya.

Setelah penetapan, sambung dia, caleg terpilih harus menunggu agenda pelanti­kan yang direncanakan bak­al dihelat 20 Agustus. Sem­bari menunggu keluarnya SK dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sebab, agenda pelantikan menjadi tugas se­kretariat DPRD (Setwan).

“Berdasarkan koordinasi terakhir dengan kami, katanya 20 Agustus. Jadi, setelah ini SK dari KPU akan kita kirim ke Provinsi Jawa Barat untuk dimintakan SK gubernur se­bagai dasar pelantikan ang­gota DPRD,” paparnya.

Sementara itu, caleg terpilih dari PAN, Safrudin Bima, mengaku tak ada persiapan khusus menyambut pelanti­kan yang segera dilaksanakan. Pria yang juga ketua DPD PAN Kota Bogor itu ingin mendo­rong efektivitas peran legis­latif sebagai indikator produk­tivitas kerja lalu mendorong penguatan program pembangunan yang langsung bersentuhan dengan kebutu­han riil masyarakat serta caku­pan dan daya jangkau agar lebih terasa oleh masyarakat.

“Lalu menyelaraskan an­tara suara masyarakat dengan perjuangan yang diutamakan dalam peran dan fungsi se­bagai wakil rakyat. Kehadiran kita diharapkan terasa man­faatnya oleh masyarakat. In­tinya sekuat tenaga dan po­tensi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tuntas politisi nyentrik itu. (ryn/c/yok/py)