50 Warga Dilatih Budidaya Tanaman Holtikultura

by -21 views

CIGUDEG – Pemberdayaan Keluarga Sangat Miskin (PKSM) menggelar pelatihan budidaya tanaman holtikultura. Pelaksanaannya digelar di Aula Kantor Desa Banyuresmi dan diikuti 50 peserta dari beberapa desa dari Kecamatan Cigudeg. Hadir Sebagai Pemateri Basuno Kepala Kebun Cipaku Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Jawa Barat beserta timnya.

Materi disampaikan pemanfaataan Lahan Pekarangan dan teknis penanamannya. Seiring berakhirnya pelatihan, puluhan KPM-PKH yang ikut serta turut mendapatkan pupuk NPK dan akan diberikan peralatan tanam dan bibit tanaman holtikultura. Kepala Seksi Produksi bidang Holtikultura Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Agus Kurniawan mengatakan, pelatihan itu memiliki beragam tujuan mulai dari memberikan pembekalan, peningkatan sampai ketermpailan pemberdayaan kepada masyarakat desa. “Utamanya, dalam memfasilitasi masyarakat agar mampu mengawal proses pengintegrasian pembentukan PKSM di masyarakat,” ujarnya.

Pendamping Sosial Kecamatan Cigudeg, Uwes Qurni menambahkan, pelatihan seperti ini diharapkan tidak menjadi seremonial saja, tetapi bisa meningkatkan kesejahteraan peserta PKH hingga nantinya mampu graduasi mandiri dari kepesertaan PKH. Ia berharap, melalui pelatihan tanaman holtikultura ini bisa melengkapi koleksi tanaman hias, sayur di rumah masing-masing untuk kebutuhan sehari-hari dan dapat menambah penghasilan keluarga penerima manfaat.

Selain itu, ia menekankan, pelatihan dapat mewujudkan pembangunan partisipatif dengan pengawasan pendamping PKH. Karenanya, turut dikenalkan budidaya tanaman holtikultura dan tanaman hidronponik tanamah hias. “Mengenalkan budidaya hidroponik tanaman hias agar diterapkan khususnya di pekarangan rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuresmi, M Sujai memberikan apresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Terlebih dilihat dari banyaknya peserta yang ikut. Ia berharap, ibu-ibu KPM dapat mengembangkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing. Pemerintah desa, kata dia, akan mengalokasikan anggaran penunjang untuk dapat membantu kelangsungan kegiatan tersebut. “Ilmu yang didapat diharapkan dapat dikembangkan sehingga dapat berkontribusi dalam membangun desa,” tukasnya. (ads/b/els)