51 Pebalap Lori Cross Lomba Ngebut Turun Bukit

by -
MENEGANGKAN : Peserta Lori Cross terlihat saling salip di tikungan yang menurun sepanjang kurang lebih 600 meter.

Sukabumi,- Sebanyak 51 peserta ikuti gelaran lomba Lori Cross 2019 di Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Agenda tahunan dalam mengisi hari kemerdekaan itu kini pesertanya hanya diisi para senior.

Mereka beradu ketangkasan dan kecepatan menuruni bukit Cimenteng sejauh kurang lebih 600 meter. “Peserta harus berusia SMP kelas tiga ke atas untuk meminimalisir korban karena memang cukup berbahaya,” tutur ketua panitia, Malik Saiful Alam.

Ajang kreatifitas pemuda Desa Padaasih Kecamatan Cisaat dan Desa Cimahi Kecamatan Cicantayan itu menurutnya sudah berlangsung 10 tahun lamanya.  Bahkan para pemuda merakit kereta murni terbuat dari kayu dan bambu.

Namun kini banyak mengalami¬† perubahan untuk memperhatikan keselamatan. “Sekarang ada tambahan ornament besi agar kereta ini lebih kuat dan tentunya lebih mudah kekendarai,” paparnya.

Sementara itu, Istri Bupati Sukabumi Yeni Jatnika Marwan yang hadir sebagai ketua Federasi Rekreaksi Olahraga Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Sukabumi menyebut permain lori betul-betul menegangkan.

“Luar biasa, betul-betul menegangkan. Tetapi juga menyenangkan melihatnya. Pemain lori itu persis seperti pemain Racing dalam memainkan lorinya. Setiap lep nya dilakukan luar biasa,” ungkapnya.

Yeni mengaku menyambut baik permainan lori tersebut. Dan itu bisa menjadi satu cabang olahrga baru. Dirinya berharap lori bisa masuk secara legalitas di cabang olahraga. Dan Yeni meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bisa memikirkan kelanjutan olahaga Lori tersebut.

“Tentu saja saya dengan Dispora menyambut baik. Apalagi pa Fachri di KONI ini lebih bisa memikirkan olahraga ini. Dan Ini bukan hanya untuk senang-senang saja. Tapi betul-betul bisa mendatangkan prestasi kedepannya,” paparnya. Sekretaris KONI Ahmad Fakhrijal mengaku bahwa KONI tidak ada kaitannya dengan olahraga tersebut, sehingga pihaknya sengaja mengarahkan olahrga lori ke FORMI.

“Kalau kita sih sebenarnya tidak ada kaitannya dengan olahraga ini, karena kan KONI fokusnya di prestasi. Makanya saya sebagai penanggung jawab acara mengarahkan untuk di bawa ke FORMI supaya ke depannya terarah,” tutupnya. (ade/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *