8 Bulan Hirup Bau Busuk, Warga Bogor Geruduk Holland Bakery

by -25.5K views

METROPOLITAN.id – Warga Kampung Neglasari RT01/RW04, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor geram. Musababnya, sudah delapan bulan belakangan mereka dihantui bau busuk yang diduga berasal dari limbah cair hasil produksi perusahaan roti Holland Bakery di wilayahnya. Karena selalu dicueki tiap mengajukan mediasi, warga akhirnya menggeruduk toko roti dengan ciri khas kincir besar itu.

Sekitar 95 warga mencoba melakukan komunikasi dengan manajeman Holland Bakery sejak pukul 13:00 WIB, Minggu (11/7). Namun sayang, itikad baik warga seperti tak diindahkan pihak menejemen.

Setelah lama menanti, akhirnya pihak manajemen mau menemui warga pukul 15:00. Kesepakatan pun tercapai. Pihak manajemen diminta menghentikan proses produksi sementara waktu lantara bau menyengat yang ditimbulkan sangat mengganggu.

Akan tetapi, 2 jam berselang, pihak menejemen mengingkari perjanjian dengan melanjutkan proses produksi. Kegeraman warga memuncak. Mereka kembali menggeruduk Holand Bakery di Jalan Raya Cibuluh tersebut. Warga lantas meminta kepala toko mendatangkan pemilik perusahaan.

Warga yang ingin menyampaikan keluhannya bahkan rela menunggu berjam-jam hingga malam hari.

Salah satu tokoh masyarakat sekitar, Abdul Kholik mengatakan sedari awal munculnya bau busuk, warga sudah sering melayangkan surat audiensi dan mediasi dengan manajemen. Namun, surat tersebut selalu tak digubris pengelola.

“Sudah sering kita ajukan surat, tapi begitu kita seperti tak dianggap,” kata Kholik saat ditemui Metropolitan.

Menurutnya, bau busuk dari toko Holland Bakery di wilayahnya sudah sangat membuat warga sekitar geram. Pasalnya, bau yang dihasilkan dari limbah cair menyebar hampir 500 meter kearah pemukiman warga yang berada tepat di belakangnya.

“Baunya tidak kenal waktu. Pagi, siang, sore, malam bau busuk,” keluhnya.

Kholik menegaskan, warga hanya ingin menghirup udara segar yang tak tercemar bau busuk.

“Kasian warga kalau harus menghirup bau busuk setiap hari,” tandas Kholik.

Sementara itu, hingga pukul 22:00, mediasi masih berlansung dan pihak manajeman. Pengelola juga masih belum memberikan keterangan. (ogi/fin)