Ade Yasin Siapkan Infrastruktur Wisata

by -

METROPOLITAN – Kein­dahan alam Bumi Tegar Beriman seperti tidak ada habisnya. Kali ini, di wi­layah yang berbatasan langs­ung dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Banten, mencuri perhatian orang nomor wa­hid di Kabupaten Bogor, yakni Bupati Bogor Ade Ya­sin.

Disebut-sebut sebagai hid­den paradise (surga yang tersembunyi, red), Desa Malasari di Kecamatan Nang­gung memiliki potensi wi­sata alam yang tak kalah dengan kawasan Puncak. Baik dari segi hamparan kebun teh ataupun wisata alam seperti curug dan juga camping ground.

Namun, buruknya infra­struktur jalan menuju lo­kasi yang masih jauh dari kata layak menjadi kendala tersendiri bagi wisatawan yang hendak ke lokasi. Jalan beba­tuan dan berlubang mengk­hiasi perjalanan menuju surga yang terpendam terse­but.

Bupati Bogor Ade Yasin saat melakukan kunjungan ke lo­kasi mengaku begitu takjub atas keindahan alam yang masih berada di wilayahnya itu. Dalam sambutannya di hadapan tokoh masyarakat Kecamatan Nanggung, ia mengaku akan membangun infrastruktur penunjang wi­sata Desa Malasari dan membangun infrastruktur jalannya.

Terlebih dengan adanya rencana pemekaran Kabupa­ten Bogor Barat mendatang. “Kami sedang menyiapkan anggaran sebesar Rp417 mi­liar untuk pembangunan di 417 desa guna membangun infrastruktur desa,” kata AY, sapaan karibnya.

Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp1 miliar itu diperun­tukkan guna pembangunan atau betonisasi jalan sehing­ga Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) bisa digunakan untuk kebutuhan lain di desa. ”Saya yakin bisa kalau diawasi dengan serius. Nanti semuanya harus trans­paran penggunaannya. Be­gitupun dengan kadesnya juga harus terbuka. Jangan sampai dijatah Rp1 miliar tapi cuma dipakai Rp500 juta,” tegasnya.

Langkah itu, sambungnya, diambil guna menggenjot sektor pariwisata, di mana banyak lokasi wisata yang menjadi sepi peminat karena infrastruktur yang belum men­dukung. Apalagi jika Bogor Barat mekar. Semua infrastruk­tur penunjangnya harus mu­lai disiapkan dari sekarang.

“Saya tidak mau nanti Ka­bupaten Bogor Barat seperti anak ayam kehilangan in­duknya. Karena itu, semua harus kita siapkan infrastruk­turnya,” ucap wanita yang juga ketua DPW PPP Provnsi Jawa Barat itu.

Selain itu, AY juga mengaku tengah mendesak Tim Ang­garan Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bogor untuk mengalokasikan ang­garan tersebut. Karena dengan anggaran yang cukup dan penggunaan yang baik, ten­tunya jika anggaran cepat turun, pembangunan juga akan cepat terlaksana.

Sebab, hal tersebut sejalan dengan brand Kabupaten Bogor, yakni Bogor The City of Sport and Toursim. ”Ingat Rp1 miliar itu hanya untuk jalan desa saja. Dan sumber lain dari ADD dan DD masih akan tetap ada,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat, Yana Nurheryana, mem­benarkan bahwa memang infrastruktur yang ada di Bo­gor Barat masih sangat buruk. Terutama di desa yang be­rada di ujung perbatasan yang tentunya kaya akan potensi wisata.

”Tentu saja pembangunan infrastruktur dan SDM meru­pakan prasyarat untuk mengembangkan sektor pa­riwisata. Karena kedua hal itu dapat mengundang kuat ke­datangan wisatawan,” katanya.

Yana menyebutkan pembangunan infrastruktur di tempat wisata bisa mem­buat nyaman para wisatawan dan dapat menghasilkan pendapatan daerah yang cu­kup besar. “Saya meminta komitmen Pemkab Bogor untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak terkait pembangunan infrastruktur ke kawasan wisata, baik itu ke Pongkor Geopark ataupun Taman Nasional Gunung Ha­limun,” tegasnya. (cr2/c/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *