Bencana Kebakaran Terus Mengancam

by -11 views
PEMADAMAN API: Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang menjalar ke lahan perkebunan

METROPOLITAN – Bencana kebakaran terus menghantui warga Sukabumi. Setelah lahan kosong ludes dilahap api di Kota Sukabumi, giliran perkebunan karet yang habis terbakar. Lahan perkebunan seluas 1000 meter persegi di Bukit Senyum Gunung Butak, perbatasan Desa Citepus dan Desa Cimangu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi terbakar pada Selasa (13/8/2019) sore. Sekitar pukul 15.22 WIB, api melahap sekitar 1.000 meter persegi lahan perkebunan.

Kepala Regu Pos Pemadam Kebakaran Palabuhanratu, Iwan Ahmad Aji Gunawan menjelaskan lahan yang terbakar sebagian besar ditumbuhi karet dan tanaman pisang milik warga. Meski tak ada korban jiwa, namun tanaman warga ludes dilalap api.

“Kami menerima laporan dari Satpol PP sekitar pukul 15.22 WIB, yang menerangkan bahwa ada lahan terbakar dekat Bukit Senyum ini,” papar Iwan, di lokasi kejadian.

Hingga kini, masih kata Iwan, petugas masih menelusuri dari mana api berasal. “Pada saat kejadian, api sudah membesar. Area perkebunan ditumbuhi ilalang kering sehingga api cepat membesar,” lanjutnya.

“Kami mendapat kabar api dari tumpukan sampah yang dibakar, kemudian merembet ke ilalang, ditambah angin cukup kencang. Api dapat dipadamkan sekitar 35 menit kemudian,” lanjutnya.

Kini petugas pemadam kebakaran masih berjaga di lokasi. “Yang kami khawatirkan kabel aliran listrik PLN untuk ke Cikeong yang di pinggir jalan ini terbakar. Kepada masyarakat kami imbau jangan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah atau di lahan seperti di sini,” terangnya.

Sebelumnya, kebakaran lahan akibat pembakaran lahan juga terjadi di Cimanggah, Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (11/8) siang. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang datang ke lokasi kejadian.

Tak cuma lahan saja yang ludes dimakan api,  bencana kebakaran juga menimpa warga di Kampung Manglad RT 09/04, Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/8/2019). Rumah milik Yudi Supriadi (46 tahun) tinggal menyisakan arang, setelah bangunan dilahap si jago merah.

Yadi mengatakan yang pertama tahu peristiwa tersebut adalah putranya bernama Arya Faturahman (15 tahun). Arya saat itu melihat asap membungbung tinggi dari rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB, setelah itu api berkobar melalap rumah. “Saya lagi kerja di Cikaracak di rumah ada anak saya. Awalnya tidak ada api, hanya asap saja,” terangnya.

Warga kemudian mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Yadi yang saat itu ada di Kampung Cikaracak, mengaku kaget ketika mendengar rumahnya terbakar, khawatir anaknya menjadi korban dalam insiden ini. “Ya, mau gimana lagi ini nasib saya. Tapi yang penting anak saya selamat,” katanya.  (skb/feb)