Berhasil Tuntaskan 11 Kasus, Mahir Bahasa Jerman

by -30 views
GUGUR: Briptu Heidar tewas usai disandera diduga oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Papua.

METROPOLITAN – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali berduka setelah salah satu prajuritnya, Briptu Heidar, ditemukan gugur di Kabupaten Puncak, Papua, kemarin. Korban tewas usai disandera diduga oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) pimpinan Jambi Mayu di Kabupaten Puncak, Papua.

Atas kejadian tersebut, almarhum yang sebelumnya berpangkat brigadir satu telah diberikan kenai­kan pangkat luar biasa menjadi brigadir polisi anumerta. Heidar merupakan anak tunggal dari pasangan Kaharud­din-Nurhaeda lahir di Kabu­paten Barru, Sulawesi Selatan, pada 17 Juli 1995. ­

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mencerita­kan, Heidar mengikuti Pendi­dikan Bintara Tugas Umum Polri pada 2014 di SPN Jaya­pura Polda Papua. Kemudian pada 2015 ia ditempatkan di Polres Lanny Jaya dengan ja­batan Bintara Reskrim selama dua tahun. ”Selanjutnya pada 2017 bergabung di Dit Reskri­mum Polda Papua,” katanya.

Kamal menggambarkan so­sok Heidar sebagai seorang polisi yang berprestasi. Sebab selama lima tahun bertugas, almarhum berhasil menun­taskan sebelas kasus. Bahkan pada 2017 Heidar mendapat kenaikan pangkat luar biasa dalam aksi pembebasan san­dera warga Papua dan non-Papua oleh KKB di Tembaga­pura. Pembebasan itu di Kampung Banti, Distrik Tem­bagapura, pada 11 November 2017.

”Almarhum banyak menda­patkan bintang jasa karena berhasil mengungkap sebelas kasus kriminal yang dilakukan KKB yang terjadi di wilayah pegunungan tengah Papua,” ucapnya.

Dari sisi akademis, Heidar memiliki keahlian khu­sus dalam berbahasa. Sebab, ia mahir berbahasa Jerman. Ia memaklumi capaian yang di­peroleh Heidar karena yang bersangkutan dikenal sebagai sosok personel yang disiplin, ulet, jujur serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan pimpinan.

Sekadar diketahui, Briptu Heidar tewas usai disandera diduga oleh KKSB pimpinan Jambi Mayu di Kabupaten Puncak, Papua. Heidar dite­mukan tewas akibat luka tem­bak di bagian kepala dan le­hernya. Sebelum tewas, Briptu Heidar sempat disan­dera selama enam jam. (kom/rez/run)