Bima Sebut Konstruksi Masjid Agung Sudah Salah Sejak Awal

by -588 views

METROPOLITAN .id – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mendatangi lokasi proyek Masjid Agung, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (8/8). Kedatangan yang kedua kalinya dalam proses audit konstruksi ini untuk memperjelas indikasi kesalahan konstruksi.

Kali ini, tak cuma Komite Keselamatan Konstruksi (K2) saja yang turun tangan menangani audit konstruksi masjid yang dibongkar medio 2016 itu. Profesor dari Pusat Penelitian Pembangunan Perumahan Pemukiman (Puslitbangperumkim) pun ikut melihat kondisi eksisting konstruksi sebelum proyek kembali dilanjut.

“Akan ada kajian akhir satu bulan kedepan, terkait kekuatan pondasi konstruksi. Itu jadi dasar kita susun revisi DED yang ada. Nggak bisa lanjut bangun, beresiko, karena sejak awal sudah ada kesalahan konstruksi,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya usai sidak bersama Kementrian PUPR di Masjid Agung, Kamis (8/8).

Sehingga, pelu ada penyesuaian dalam revisi DED yang akan dianggarkan pada 2020. Baru pada 2021, Bima menargetkan masjid yang sudah ada sejak 1970-an itu bisa rampung dan kembali digunakan jamaah. Kesalahan konstruksi ini akan tertuang dalam hasil yang nanti dikeluarkan kementrian.

“Kita melihat lebih dari itu. Sejauh mana kesalahan konstruksi yang ada, dikembangkan untuk (melanjutkan, red) pembangunan. Kita tunggu hasil kajian, itu jadi dasar kita buat revisi DED-nya. Tahun depan jadi design and build lah. Yang penting keselamatan dulu,” tandasnya. (ryn/fin)