Bogor Darurat Pencabulan Anak

by -

METROPOLITAN – Kasus pencabulan tampaknya sudah menjadi hal lumrah di Bogor. Seperti yang terjadi di Kecamatan Gunungputri, bocah sepuluh tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar menjadi korban aksi bejat pria yang keberadaannya masih dikejar pihak berwajib.

Awalnya DN (korban, red) bersama tiga rekannya tengah bermain di dekat TKA Mulya, tiba-tiba didatangi seorang pria tak dikenal menanyakan lo­kasi suatu wilayah Brigade. Dari keempat anak itu, hanya DN yang mengaku mengetahui alamat tersebut.

Alhasil, DN diminta pelaku untuk mengantarnya. Namun, korban malah dibawa ke rumah kosong di perumahan elite wilayah Timur Kabupaten Bo­gor tersebut, yang diduga di­setubuhi pelaku.

Isak tangis pun tak terbendung setelah korban ditinggal pela­ku di rumah kosong tersebut. Linangan air mata DN tak henti keluar lantaran rasa takut yang dialaminya. Korban pun akhirnya ditemukan pe­tugas keamanan perumahan dan mencoba menenangkan­nya di pos jaga.

SZ (9), rekan korban, mema­parkan bahwa pelaku sempat menanyakan alamat Brigade. Namun, ia bersama dua teman­nya mengaku tidak mengeta­huinya. Hanya korbanlah yang mengaku mengetahui alamat tersebut.

“Setelah dekat TKA Mulya, pelaku melambaikan tangan kepada kami bertiga (dadah, red) dan membawa DN dengan motor,” terang teman sebaya korban.

Lokasi yang diduga sebagai Tempat Keja­dian Perkara (TKP) merupakan rumah kosong yang kerap men­jadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Rumah ter­sebut berada di salah satu pe­rumahan di daerah Gunung­putri, Kabupaten Bogor. Rumah kosong yang menjadi TKP kasus bocah yang diduga dip­erkosa itu cukup besar dan merupakan bangunan hampir jadi.

Dilihat dari dalam, rumah kosong itu memiliki dua lantai dan terdapat banyak coretan. Ada banyak ruangan dan di lantai pertama rumah tampak ada kolam. Meski besar, rumah itu tampak kumuh dan kotor.

Sementara itu, saat ini Polres Bogor tengah memburu pela­ku dari kasus anak gadis yang diduga diperkosa di Gunung­putri. Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, pelaku masih dalam proses pencarian. ”Belum, kita masih mencari pelaku. Masyarakat juga kita imbau agar tidak me­nyebar video. Karena ini akan membuat viktimisasi,” katanya.

Dicky mengaku bahwa polisi sudah melakukan visum. ”Ha­silnya (visum, red) dalam waktu dekat sudah keluar. Kita tetap mencari pelakunya. Kita duga melakukan kekerasan seksual,” ujarnya.

 Ia menjelaskan, kasus terse­but bukanlah kasus penculikan. Kasus yang menimpa bocah asal Gunungputri itu adalah kasus kekerasan seksual. Ke­jadian nahas itu berawal saat korban sedang bermain di sekitar sekolahnya. Tak lama, pelaku datang mendekati kor­ban dan berpura-pura me­nanyakan alamat.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan korban di TKP. ”Sudah ditanga­ni (korban, red). Semuanya sesuai prosedur. Korban di­dampingi psikiater, psikolog, baik dari pemerintah daerah (pemda) dan polres. Karena itu SOP-nya. Sementara pelaku diduga satu orang,” terangnya.

Selain itu, ada lima saksi ter­kait kasus dugaan pemerko­saan bocah di Gunungputri tersebut. ”Terkait dengan ke­jadian tersebut, Unit PPA (Pem­berdayaan Perempuan dan Anak, red) sudah memeriksa lima orang saksi,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Dicky, kor­ban ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Pe­rempuan dan Anak dan Pe­kerja Sosial (P2TP2A dan Pek­sos) terkait kondisi psikisnya. Sedangkan untuk pelaku, Dicky menyebut untuk sementara diketahui berjumlah satu orang. ”Kita tetap mencari pelakunya, kita duga melakukan kekerasan seksual,” imbuhnya.

Sekuriti Perumahan Bukit Golf Gunungputri Bogor, Mista, mengaku mengetahui kejadian itu setelah pihaknya mendapat laporan dari seorang warga yang melintas di area rumah kosong tersebut dan mendengar teria­kan korban. “Setelah diperiksa, betul ada anak yang sedang menangis. Dan kami langsung amankan ke pos sekuriti agar korban bisa tenang. Setelah itu kami mencoba menghubungi pihak keluarga korban untuk dijemput. Selanjutnya kelu­arga korban melaporkan keja­dian ke Polsek Gunungputri dan PPA Polres Bogor,” tandas­nya. (cr2/yos/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *