Bogor Selatan Mengering

by -

METROPOLITAN – Hampir dua bulan lebih, curah hujan di Kota Bogor sangat minim. Akibatnya, beberapa wilayah mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Terlebih, warga yang masih menggunakan air tanah alias sumur.

Sejumlah wilayah terdampak sejak awal pekan mendapat pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), seperti Mulyaharja dan Ciluar.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Pakuan untuk mengirim pasokan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan dengan dibantu petugas BPBD Kota Bogor. Khususnya Bogor Selatan yang belakangan banyak laporan terdampak kesulitan air bersih.

”Kami akan turun untuk mengirim air bersih dengan segera. Koordinasi dengan PDAM sudah, kita minta ke sana. Saya cermati belakangan paling banyak itu wilayah (kecamatan, red) Bogor Selatan,” katanya kepada Metropolitan di Balai Kota Bogor, kemarin.

Pria yang juga wakil ketua umum DPP PAN itu menambahkan, setidaknya ada sepuluh titik yang harus disuplai air bersih lantaran mengalami kekeringan dan kesulitan air.

Walaupun jumlah warga yang masih menggunakan air tanah tidak sebanyak warga yang sudah teraliri air dari PDAM Tirta Pakuan. Sehingga belum akan menetapkan status darurat krisis air.

”Saya nggak tahu detailnya, tapi yang saya tahu ada sepuluh titik yang harus disuplai air bersih. Saya minta semua turun, bantu warga kirim bantuan air,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menuturkan, ada beberapa kelurahan yang dilaporkan mengalami kesulitan air bersih, yakni Mulyaharja dan Kedunghalang serta Ciluar perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Setelah pada Selasa (13/8) mengirimkan air bersih, pihaknya juga kembali menurunkan satu tangki bantuan air bersih ke Mulyaharja. Kondisi wilayah di Kecamatan Bogor Selatan itu disebut cukup parah dan tergolong membutuhkan air bersih. Meskipun belum masuk darurat kekeringan.

”Persoalan kesulitan air bersih itu karena mereka pakai mata air, tapi belum dimanfaatkan betul dengan ketersediaan penampungan yang cukup. Ini arahnya harus ke sana,” ujar mantan sekretaris dinas sosial (dinsos) Kota Bogor itu.

BPBD sendiri diketahui hanya memiliki satu armada tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Sehingga jika mendesak ia meminta suplai dari hidran milik PDAM.

”Itu jagajaga, karena kita belajar dari data tahun lalu, di mana wilayah selatan juga kesulitan air,” paparnya.(ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *