BPBD Buat 100 Jalur Evakuasi Tsunami

by -76 views

METROPOLITAN- Pasca diguncang gempa, wilayah Sukabumi masih dihantui bencana tersebut. Ancaman gempa Megathrust masih membayangi warga Sukabumu, khususnya yang tinggal di pesisir pantai.

Mengantisipasi potensi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah bergerak untuk ancang-ancang bila bencana tersebut kembali datang.

Kepala Pusdalops PB BPBD kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna di Cipaku, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap mengatakan, pihaknya akan segera memasang 12 perangkat Intensity Meter. Yakni, alat pengukur pergerakan goncangan gempa. Alat ini untuk  memperkuat infratruktur kebencanaan di Kabupaten Sukabumi.

Pemasangan alat ini akan tersebar di sejumlah titik, seperti di Kecamatan Jampang Tengah, Sukaraja, Caringin, Kalibunder, Cimanggu, Surade, Ciracap, Simpenan, Cidahu, Parungkuda, dan Bojonggenteng.

“Untuk Bojonggenteng akan dipasang dua titik Intensity Meter. Rencana bulan September atau Oktober 2019, 12 alat ini (Intensity Meter) akan segera dipasang,” beebrnya saat melakukan sosialisasi Desa Tangguh Bencana (Destana), regional Jawa Barat.

Selain melakukan inventalisir dan perawatan Tsunami Early Warning dan pemasangan Intensity Meter, 100 rambu jalur evakuasi tsunami dan 20 titik kumpul kebencanaan saat ini sudah siap dan tersebar di seluruh Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, pihaknya juga akan kembali menginventarisir delapan perangkat pendeteksi tsunami yang dipasang dilepas pantai Kecamatan Tegalbuled dan Ciracap.

“Kami punya delapan alat pendeteksi tsunami. Ini tersebar di empat titik di wilayah Kecamatan Tegalbuleud  sisanya ada di Kecamatan Ciracap,” jelas Sutisna. Ia pun mengakui kalau saat ini kondisi delapan alat tersebut masih rusak. “Kami harus inventarisir dulu,”tuurnya

Kepala Sub Direktorat Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB, Wartono, menegaskan kegiatan sosialisasi kebencanaan sengaja digelar di Lapangan Sepakbola Cipaku, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kegiatan ini melibatkan banyak pihak termasuk BMKG, rewan, perangkat desa.

Fokus selanjutnya di Palabuhanratu dengan melibatkan warga dari sejumlah di Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, Cisolok dan Cikakak. “Jadi aksi ini  untuk mempersiapkan kesiagan bencana di pesisir Selatan Jawa akan berlanjut ke Provinsi Banten,”tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah ahli kegempaan termasuk BMKG dan pemerintah tidak menampik adanya ancaman gempa besar (megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda). Ini harus disikapi dengan tepat seperti terus melatih warga untuk siaga dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk. (skb/feb)

Loading...