Cuma Kebagian Jatah 500 Blanko

by -37 views

METROPOLITAN – Pelaya­nan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kabu­paten Bogor bermasalah. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor ternyata kekurangan pasokan blanko. Dalam sehari kebutuhan blanko 100 ribu keping, namun yang dikirim pemerintah pu­sat hanya 500 keping.

Kepala Disdukcapil Kabu­paten Bogor Oetje Soebagdja mengungkapkan, dari 4,5 juta penduduk yang sudah melakukan perekaman, baru 3,5 juta yang baru tercetak lantaran kekurangan pasokan blanko. Jatah 500 keping yang diberikan pemerintah pusat tidak mencukupi kebutuhan pencetakan KTP-el.

Disdukcapil tidak bisa mela­kukan percepatan pencetakan KTP-el untuk diberikan ke­pada masyarakat yang telah melakukan perekaman. Pa­dahal jika memiliki stok blanko memadai dan pasokan bisa mencapai ribuan keping, Disdukcapil mampu melaku­kan pencetakan KTP-el hing­ga 10 ribu keping per hari dengan alat dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. “Di Kabupaten Bogor, yang sudah melakukan perekaman tapi belum punya fisik KTP-el se­kitar 100 ribu orang. Tapi se­tiap kita minta ke pusat, paling cuma dikasih 500,” kata Oetje.

Menurutnya, pada awal 2019, Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor sempat dijatah hingga 30 ribu keping blanko KTP-el. “Malah waktu itu sem­pat ada stok 200 ribu keping. Sekarang sudah habis,” be­bernya.

Menurut Otje, kondisi itu memang tidak hanya terjadi pada Kabupaten Bogor. Namun dengan kebutuhan yang cukup banyak, seha­rusnya Kabupaten Bogor menjadi prioritas. Apalagi memiliki luas daerah yang cukup luas, sehingga ba­nyak masyarakat yang menunggu kepastian kapan KTP-nya tercetak. “Surat pengajuan sudah dikirim seminggu lalu ke Dirjen Ad­minduk, namun belum ada balasan lagi. Kita tinggal menunggu saja,” ujarnya.

Otje melanjutkan, padahal beberapa tahun lalu pengiri­man blanko masih terbilang banyak. Normalnya, dalam sekali pengiriman seharusnya Disdukcapil bisa membawa lebih dari 50 ribu keping blanko KTP. Jika normal se­perti itu, Disdukcapil bisa melakukan pencetakan hanya dalam waktu lima hari. “Jadi memang yang ada sekarang ini belum memenuhi kebu­tuhan pencetakan. Yang sudah melakukan perekaman butuh segera, minimal 100 ribu ke­ping dulu,” pungkasnya. (cr2/c/els/run)

Loading...