Desa Tarikolot Punya LPB Khusus Industri Logam

by -49 views

METROPOLITAN – Berada di bawah naungan Astra Group, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus membina pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Salah satunya membina pelaku IKM di Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup dengan membangun Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB).

LPB merupakan kepanjangan tangan YDBA di berbagai wilayah, terutama di mana ada sektor unggulan. Melihat potensi IKM di Tarikolot Citeureup yang kuat di bidang logam, YDBA mendirikan LPB Tarikolot. Menurut Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja sebelum LPB Tarikolot didirikan, YBDA mengumpulkan informasi di daerah tersebut apa sektor unggulannya. Informasi bisa didapat dari dinas perdagangan atau perindustrian setempat.

“Kami lalu melakukan sosialisasi, apa sih yang dilakukan YDBA, kemudian berlanjut ke basic mentalilty. Seperti kami pahami dalam setiap pembukaan LPB baru, paling banyak 7 IKM atau UKM yang akan bertahan lalu berlanjut untuk mengikuti pembinaan dari kami. Di LPB Tarikolot, saat sosialisasi ada 40 UKM dan IKM yang ikut, ketika lanjut ke basic mentality tinggal 20, lalu rontok menjadi enam IKM,” ungkapnya.

Bagi YBDA, sedikitnya IKM yang bergabung di LPB baru tersebut bukan kondisi negatif, justru bukan masalah, karena yang utama adalah menjadikan yang enam IKM yang serius ini berkembang dan sustain (awet) bisnisnya. “Kami memang bukan membidik kuantitas, tapi kualitas IKM yang bisa diajak untuk naik kelas dan awet. Pengalaman kami, melihat mereka berhasil nantinya, yang lain akan ikut,” terangnya.

Jadi LPB Tarikolot Citeureup melengkapi sektor unggulan, sebuah program pembinaan YDBA yang inisiasinya sudha sejak 5 tahun lalu. Program yang melibatkan komunitas IKM sejenis ini dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi IKM dan mengajak mereka untuk mandiri, naik kelas, awet, maju dan go global.

Sektor unggulan logam di Tarikolot merupakan sektor unggulan ke-16 yang dikembangkan YDBA. Sebelumnya, YDBA telah mengembangkan 15 sektor unggulan dengan berbagai industri di beberapa daerah, seperti industri logam di Tegal, Klaten dan Waru Sidoarjo; budidaya perikanan di Sangatta Kalimantan Timur, budidaya padi organik di Bontang Kalimantan Timur, hortikultura di Tapin Kalimantan Selatan, bengkel otomotif roda-4 di Yogyakarta dan Waru Sidoarjo dan industri gula semut di Tabalong Kalimantan Selatan.

Peresmian sektor unggulan logam di Tarikolot ditandai dengan penandatangan MoU antara YDBA yang diwakili Ketua Pengurus Henry C. Widjaja, Ayah Angkat program sektor unggulan dari PT Velasto Indonesia (PT VIN) yang diwakili Presiden Direktur PT VIN, Reiza Treistanto dan 6 IKM Pilot Tarikolot yang diwakili oleh Afendi dari CV Harapan Mandiri. Ayah Angkat dalam program sektor unggulan ini merupakan perusahaan yang dapat menentukan spesifikasi QCD (quality, cost, delivery) produk akhir, memberikan bimbingan, teknis & vokasi kepada IKM atau membeli produk akhir IKM jika sesuai dengan QCD yang diminta Ayah Angkat.

Pembina YDBA Gita Tiffany Boer berharap  dengan dibentuknya sektor unggulan logam ini, Astra melalui YDBA dan Cabangnya dapat menjadikan IKM sebagai pelaku usaha, memiliki standar industri besar. Selain itu dapat menjadi bagian dari rantai pasok Astra Group maupun industri-industri besar lainnya. “Cabang YDBA di Tarikolot ini dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat di Tarikolot, Citeureup Bogor,” katanya. (swa/els)

Loading...