Ditegur KPAI, Duo Semangka Kapok Tampil Seronok?

by -56 views

METROPOLITAN – Duo Semangka merespons positif teguran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas konten vulgar mereka yang beredar di media sosial. Mewakili Duo Semangka, Clara Gopa menyatakan akan lebih berhati-hati. ”Ya, ke depan kita akan lebih hati-hati,” ujarnya.

Clara Gopa mengaku tak pernah terbersit di benaknya untuk dengan sengaja menghadirkan konten semipornografi. Ia hanya berniat memberikan hiburan layaknya pekerja seni lainnya. ”Mungkin karena dulu Duo Semangka belum punya nama jadi frontal, vulgar. Saya sendiri nggak ada pikiran sampai ke situ,” tuturnya.

Sayang, anggapan vulgar telanjur melekat pada personel Duo Semangka seiring peredaran konten tersebut. Mereka pun berjanji siap mengubah cap negatif tersebut dengan tampil lebih sopan. ”Untuk imej seksi dan vulgar itu tadi, mungkin kita akan lebih tertutup,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil Duo Se­mangka atas peredaran konten vulgar mereka di media sosial. Menurut Ketua KPAI, Susanto, pemanggilan terhadap Duo Semangka dilatar­belakangi keresahan masyarakat. ”Apa yang dilakukan KPAI ini menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Ada keluhan dari masyarakat bahwa ada beberapa konten dari Duo Semangka yang tidak sesuai asas kesusilaan,” ujarnya di kantor KPAI.

Dalam pertemuan itu, KPAI meninjau tiga video Duo Semangka yang diduga mengandung unsur pornografi dan asusila. Di antaranya O Bla Bla Bla Duo Semangka, Duo Semangka Curhat Bingung Cari BH serta Duo Semangka Nyebur di Dalam Kolam.

Sementara dari hasil pertemuan, KPAI dan Duo Semangka menyepakati sejumlah poin. Di antaranya seperti KPAI meminta Duo Semangka memperhatikan asas kesusilaan dalam berkreasi. ”KPAI juga meminta Duo Semangka sebagai pekerja seni yang mempunyai pengaruh di masyarakat memperhatikan asas kesusilaan dan kepatutan di Indonesia. Dalam hal ini KPAI mengajak Duo Semangka bersama-sama ikut serta dalam melakukan upaya perlindungan anak di dunia offline dan dunia maya,” tutur Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah. (okz/mam/py)